Terdakwa Korupsi Dana Bergulir Koperasi Dana Niaga Syariah Bersidang Hari Ini

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Andi Baso Abdullah, Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Niaga Syariah didudukkan dalam persidangan sebagai terdakwa bersama Andi Paridhuddin yang tak lain ialah sekretarisnya dalam kasus dugaan korupsi dana bergulir oleh Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) Kementrian Koperasi dan UKM, Selasa 31 Januari 2017.

Persidangan yang dipimpin oleh Kemal Tampubolon selaku Hakim Ketua berlangsung di ruang sidang Andi Pettarani Pengadilan Tipikor Makassar, dengan agenda sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Aryani dan Kamaria.

JPU mengurai bahwa kedua terdakwa diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terhadap penyaluran dana bergulir yang diterima melalui Koperasi yang dipimpin oleh Andi Baso Abdullah.

“Secara bersama-sama atau bertindak secara sendiri-sendiri sebagai yang melakukan atau sebagai yang turut serta melakukan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara” ungkap Irma Aryani di hadapan Majelis Hakim

Lebih rinci, tepatnya pada tahun 2010 KSP Dana Niaga Syariah telah mengajukan proposal dana bergulir ke LPDB-KKUKM sebesar 50 Milyar rupiah, namun hanya dipenuhi sebesar 15 Milyar rupiah.

Dana ini kemudian mulai disalurkan kepada penerima sebanyak 3076 orang sesuai daftar definitif yang telah disetorkan kepada LPDB-KKUKM.

Namun belum selesai proses pengembalian dana bergulir tahap pertama yang pinjam, KSP Dana Niaga Syariah kembali mengajukan proposal penyaluran dana bergulir sebesar 35 Milyar rupiah dan dicairkan secara bertahap. Tahap pertama sebesar 15 Milyar lalu tahap kedua sebesar 10 Milyar rupiah. Sehingga total pinjaman dana bergulir sebesar 40 Milyar rupiah.

Jaksa Penuntut Umum kemudian memperjelas dakwaannya yakni, kedua terdakwa diduga tidak menyalurkan dana tersebut secara profesional kepada penerima dana, justru menggunakannya untuk diri sendiri.

“Telah dilaksanakan secara tidak profesioanal serta bertentangan dan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga sampai dengan lewatnya jatuh tempo peminjaman telah terjadi tunggakan pembayaran pokok,” jelas Jaksa Irma

Dengan adanya dugaan pelanggaran tersebut, kedua terdakwa Andi Baso Abdullah dan Andi Paridhuddin disangkakan pasal 2 dan 3 serta pasal 8 jo. Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Andi Muhammad Fadli
Gerinra Sulawesi Selatan