MA Perberat Hukuman Dewie Yasin Limpo Menjadi 8 Tahun

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Putusan banding Mahkamah Agung (MA) memperperat hukuman Dewie Yasin Limpo menjadi 8 tahun. Dengan diperberatnya hukuman Dewie menjadi 8 tahun penjara, hak politik mantan politisi Hanura Sulsel ini juga dicabut.

Terdakwa Dewie Yasin Limpo dan Bambang Wahyuhadi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan pertama.

“Menjatuhkan pidana Dewie Yasin Limpo pidana penjara selama 8 tahun dan Bambang Wahyuhadi dengan pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda masing-masing sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” putus majelis banding sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin 31 Oktober 2016.

Sebelumnya  di tingkat pengadilan Tipikor, Dewie dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut 9 tahun penjara mengajukan banding.

Dalam kasus ini, Dewie terseret operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi pada Oktober 2015. KPK menyita Rp 1,7 miliar dalam bentuk dolar Singapura yang diperuntukkan sebagai ijon anggaran pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua.

Jumlah uang suap yang disita baru separuh dari janji sebesar Rp 3,4 miliar untuk memuluskan pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2016.

Selain menyeret Dewie Yasin, dalam kasus ini juga menyeret  staf ahli Dewie, Bambang Wahyuhadi, Rinelda, Setiadi, dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiyai Papua Irenius Adii sebagai tersangka.

 

 

 

Andi Muhammad Fadli