SUARACELEBES.COM, WAJO-Kemiskinan dan pengangguran menjadi momok bagi sebuah pemerintahan. Tak heran jika berbagai program digulirkan untuk menekan kedua permasalah tersebut. Hal itulah yang dilakukan Bupati Wajo H Andi Burhanuddin Unru selama dua priode kepeminpinannya di kota penghasil Sutera itu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten wajo, program pemerintah yang berhasil menekan angka kemiskinan dan pengangguran itu seperti Perdagangan, Pertambangan, Pertanian dan lainya.
Angka kemiskinan di Kabupaten wajo itu mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Di tahun 2015 lalu, angka kemiskinan 7,66 persen, sementara tahun 2016 ini menjadi 7,40 persen dari jumlah penduduk 404.538 jiwa.
Faktor yang menyebabkan turunnya angka kemiskinan dan pengangguran itu salah satunya produksi pertaniannya. Pemkab Wajo berhasil menggenjot sektor pertanian itu selama setahun terakhir hal itu menyebabkan banyaknya serapan tenaga kerja yang berujung pendapatan masyarakat.
Angka kemiskinan di Wajo itu masih memungkinkan ditekan lagi. Hal Itu jika pemkab lebih serius lagi menggenjot sektor pertanian dan sektor-sektor lainya. Angka kemiskinan itu diengaruhi banyak aspek dalam kehidupan bermasyarakat, apabila intervensi pemerintah ada disitu maka kemiskinan ini bisa lebih sedikit lagi.
Selain berhasil tekan angka kemiskinan, pemkab juga berhasil menekan keamanan di wilayah Wajo sehingga angka kejahatan dapat teratasi sedikit. Dengan diberlakukanya Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi (3S) angka kejahatan juga bisa teratasi meskipun jumlahnya tidak disebutkan. Dengan pendekatan kearifan lokal, serta memberdayakan Forum 3S diwilayah masing-masing potensi konflik sosial yang terjadi di masyarakat dapat dicegah secara dini.
Begitu pun dengan data Dinas Sosial Kabupaten Wajo menunjukkan menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran terlihat dari berkurangnya penerima beras Rastra. Kemandirian masyarakat melalui program-program pemberdayaan serta stimulan memicu peningkatan kesejahteraan warga itu.
Angka Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS- PM) Program Beras Sejahtera (Rastra) di Kabupaten ditahun 2014-2015 sebanyak 24 ribu kepala keluarga (KK). Sedangkan di tahun 2016- 2017 mengalami penurunan menjadi 22 ribu KK penerima Rastra. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kesejahteraan masyarakat mengalami peningkatan.
Hingga saat ini Pemerintah terus meluncurkan program stimulan dengan membantu masyarakat melalui suntikan-suntikan dana. Kelompok usaha kecil akan terus diberikan bantuan dana dengan harapan agar program rastra dan bantuan- bantuan sosial mempunyai andil menurungkan angka kemiskinan yang lebih besar lagi.
Sementara data dari Bappeda Kabupaten wajo, yang melibatkan semua Istansi sebagai garda terdepan dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Namun, ada sejumlah SKPD yang bersentuhan langsung. Intinya, Semua SKPD tersebut dijadikan garda terdepan oleh pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran di tahun 2017 saat ini. Istansi tersebut harus salin kerjasama membantu satu sama lain.
Data Bappeda menunjukkan program istansi yang melakukan penuntasan kemiskinan seperti, Dinas pendidikan dan kebudayaan. Programnya Pendidikan Non Formal. Penerima manfaat Penduduk Usia Produktif dan penduduk putus sekolah (15-60 Tahun) dengan tujuan penuntasan buta huruf sebanyak 900 orang.
Bupati Wajo H Andi Burhanuddin Unru merasa bangga dengan menurunya angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah yang dipimpinya itu. “Itulah yang kita harapkan bersama. Bagaimana pemerintah menggenjot terus angka kemiskinan dan pengangguran lebih menurun lagi,” kata dia.
Pemerintah kabupaten wajo dalam hal dinas terkait seperti, Dinas sosial, Dinas Perdagangan Pertanian dan perindustrian, kesehatan tentu sangat serius dan tidak main-main dalam memberantas kemiskinan serta menanggulangi penggangguran.
Hal itu semua tak lepas dari intervensi pemerintah Kabupaten Wajo yang mampu memberikan stimulus dan pendampingan usaha kecil bagi masyarakat miskin di Wajo.(*)









