SUARACELEBES.COM, MEKKAH – Tanah Suci Mekkah dan Madinah kembali menjadi saksi perjalanan spiritual H. Rustan Rewa. Untuk ketujuh kalinya, beliau menapakkan kaki di dua kota mulia tersebut dalam rangka menunaikan ibadah umrah. Namun, perjalanan kali ini menghadirkan pengalaman batin yang begitu mendalam—sebuah pertemuan yang tak direncanakan, tetapi sarat makna ukhuwah Islamiyah.
Usai menunaikan salat Maghrib di lantai paling atas Masjidil Haram, H. Rustan Rewa disapa oleh seorang pemuda dengan wajah penuh keteduhan. Dari perawakannya, ia tampak yakin bahwa yang disapanya berasal dari Indonesia.
“Yes, from Indonesia,” jawab H. Rustan Rewa, disertai senyum.
Percakapan sederhana dalam bahasa Inggris yang terbata-bata itu pun mengalir penuh kehangatan. Pemuda tersebut memperkenalkan dirinya dengan nama Ibrahim, seorang anak Palestina. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca, Ibrahim bercerita tentang kondisi tanah kelahirannya dan betapa besar kepedulian rakyat Indonesia terhadap Palestina.
Menurut Ibrahim, dukungan Indonesia—baik dalam bentuk kemanusiaan, solidaritas, maupun suara lantang untuk kemerdekaan Palestina—sangat dirasakan oleh rakyat di sana. Bantuan yang datang, katanya, tak terhitung jumlahnya dan hanya Allah SWT yang mampu membalas serta menghitungnya.
“Orang Indonesia sangat peduli dengan Palestina,” ucap Ibrahim lirih, sembari menahan haru.
Ia menyampaikan harapan sederhana namun penuh makna: doa yang terus mengalir dari saudara-saudara seiman, agar masyarakat Muslim Palestina senantiasa diberi perlindungan dan kekuatan oleh Allah SWT.
Saat ditanya datang bersama siapa, Ibrahim menjawab bahwa ia menunaikan umrah bersama keluarga—ibu dan saudara-saudaranya. Ia pun memperkenalkan sang ibu yang duduk di sampingnya. Momen itu kian menguatkan rasa haru, menyadarkan bahwa penderitaan, harapan, dan doa umat Islam sejatinya tak mengenal batas negara.
Pertemuan singkat di rumah Allah itu meninggalkan kesan mendalam. Kisah-kisah yang disampaikan Ibrahim menjadi pengingat bahwa di balik ketenangan ibadah di Tanah Suci, ada saudara-saudara seiman yang masih berjuang mempertahankan kehidupan dan martabatnya.
Tak ada yang dapat diberikan selain doa. Doa yang tulus, yang melintasi jarak dan batas, dari Tanah Suci hingga Tanah Air Indonesia—untuk Palestina, untuk perdamaian, dan untuk kemanusiaan.










