SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Sulawesi Selatan semakin mantap. Kepastian tersebut mengemuka setelah adanya informasi darijajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI terkaitkehadiran pimpinan pusat dalam rangkaian pelantikan DPC dan Musda DPD HKTI Sulsel.
Informasi tersebut disampaikan Alim Amry Nusantara, yang juga merupakan salah satu anggota Karateker DPD HKTI Sulsel. Menurut informasi yang diterimanya, pelantikan DPC dan pelaksanaan Musda DPD HKTI Sulsel akan dihadirilangsung oleh jajaran pimpinan DPN HKTI.
Dua agenda penting tersebut dijadwalkan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Kardin, serta dua Wakil Ketua Umum DPN HKTI, yakni Mayjen TNI (Purn.) Bakhtiar Utomo dan Prof. Andi Syakir.
Kehadiran ketiga pimpinan DPN tersebut dinilai akanmemberikan arti penting bagi proses konsolidasi organisasiHKTI di Sulawesi Selatan. Terlebih lagi, Mayjen TNI (Purn.) Bakhtiar Utomo dan Prof. Andi Syakir masing-masing merupakan Ketua dan Sekretaris Karateker DPD HKTI Sulselyang selama ini mengawal proses konsolidasi menujupelaksanaan Musda.
“Dengan adanya informasi dari DPN bahwa Sekjen dan dua Wakil Ketua Umum akan hadir, kami semakin yakin bahwapersiapan pelantikan DPC dan Musda DPD HKTI Sulselsemakin mantap,” ujar Rachmat Sasmito.
Momentum Konsolidasi Organisasi
Menurut Alim, kehadiran jajaran DPN bukan hanya menjadibagian dari seremoni organisasi, tetapi juga momentum pentinguntuk memperkuat konsolidasi HKTI di Sulawesi Selatan.
Pelantikan DPC diharapkan menjadi langkah penting dalammemperkuat struktur organisasi HKTI hingga tingkat kabupaten. Sementara Musda DPD menjadi forum untuk membangunkesamaan visi dan merumuskan arah organisasi HKTI Sulsel kedepan.
Kesiapan Musda ini semakin strategis karena HKTI Sulselmemiliki jaringan organisasi di berbagai kabupaten. Dalam dokumen persiapan sebelumnya juga disebutkan bahwa hampirseluruh bupati di Sulawesi Selatan memiliki posisi sebagaiKetua DPC HKTI di daerah masing-masing. Kondisi tersebutmenjadi modal kelembagaan untuk memperkuat sinergi antaraHKTI, pemerintah daerah, petani, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Musda Tidak Sekadar Pergantian Kepengurusan Dilain pihak Rachmat Sasmito menegaskan bahwa Musdahendaknya tidak dipandang semata-mata sebagai forum pergantian atau penataan kepengurusan, tetapi juga sebagairuang untuk membicarakan masa depan pertanian Sulawesi Selatan.
Berbagai persoalan yang dihadapi petani membutuhkanperhatian dan kerja bersama.
Mulai dari peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, regenerasi petani, aksespermodalan, penguatan kelembagaan, hilirisasi produkpertanian, perubahan iklim, hingga pemanfaatan teknologidigital.
Karena itu, momentum kehadiran pimpinan DPN di Sulseldiharapkan dapat memperkuat komunikasi antara organisasi di tingkat pusat dan daerah sekaligus memberikan energi baru bagikepengurusan HKTI Sulsel.
“Yang kita harapkan adalah Musda menghasilkan konsolidasiyang kuat dan agenda kerja yang benar-benar menyentuhkepentingan petani. Organisasi jangan hanya kuat secarastruktur, tetapi juga harus hadir memberikan solusi terhadappersoalan pertanian,” kata Alim.
Kehadiran pimpinan DPN HKTI bersama jajaran KaratekerDPD Sulsel juga menjadi momentum untuk memastikan proses transisi organisasi berjalan dengan baik dan menghasilkankepengurusan yang mampu menjalankan agenda HKTI secaralebih konkret, ujar Sudirman Numba anggota karateker DPD HKTI SUlsel.
Ditekankan bahwa Setelah Musda, tantangan berikutnya adalahbagaimana kekuatan organisasi tersebut diterjemahkan menjadiprogram nyata. HKTI diharapkan dapat memperkuat perannyasebagai wadah yang menghubungkan kepentingan petani denganpemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta berbagai pihak yang berkepentingan terhadappembangunan pertanian.
Sebab, persoalan pertanian Sulawesi Selatan tidak hanyaberkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani, penguatan kelembagaan, teknologi, pasar, pembiayaan, hilirisasi, dan keberlanjutan.
Dengan adanya kepastian informasi mengenai kehadiran SekjenDPN HKTI Abdul Kadir Kardin, Waketum DPN HKTI MayjenTNI (Purn.) Bakhtiar Utomo, dan Waketum DPN HKTI Prof. Andi Syakir, persiapan pelantikan DPC dan Musda DPD HKTI Sulsel semakin menunjukkan kesiapan menuju pelaksanaanagenda organisasi tersebut.
Musda diharapkan menjadi titik konsolidasi baru HKTI Sulsel—dari memperkuat struktur organisasi menuju gerakan nyatauntuk memperkuat petani dan pembangunan pertanian Sulawesi Selatan.









