SUARACELEBES.COM, WAJO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mengakhiri rangkaian pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Penyaluran air bersih yang berlangsung sejak 10 September 2026 tersebut hingga 7 Oktober 2026 menjadi salah satu langkah tanggap darurat pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wajo, Andi Hasanuddin, S.IP., mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan pemetaan wilayah dan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak kekeringan,” ujar Andi Hasanuddin.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Wajo, selama masa penyaluran, distribusi telah menjangkau 11 kecamatan, 90 lingkungan/dusun, serta 58 kelurahan/desa, dengan total 213 titik distribusi.
Jumlah penerima manfaat tercatat mencapai 7.067 kepala keluarga (KK) atau sekitar 22.044 jiwa, dengan total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 1.750.000 liter.
Sementara itu, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Wajo, Rismawan, menjelaskan bahwa pada hari terakhir penyaluran, distribusi air bersih menyasar dua kecamatan dan empat kelurahan/desa.
“Untuk hari terakhir, terdapat 105 KK dengan jumlah 398 jiwa terdampak yang menjadi sasaran distribusi. Air bersih yang disalurkan sebanyak 25.000 liter menggunakan lima unit mobil tangki,” jelas Rismawan.
Dengan berakhirnya pendistribusian pada 7 Oktober 2026, BPBD Wajo telah menyalurkan air bersih secara bertahap selama masa tanggap darurat kekeringan.
BPBD Wajo juga tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan.









