banner dprd mkassar

Taruna Ikrar Gandeng Polri Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan, Kapolri Suyudi Fokus Berantas Narkoba

SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., melakukan kunjungan silaturahmi dengan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto di Ruang Perjamuan Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Pertemuan kedua tokoh nasional tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Keduanya saling bernostalgia sekaligus membahas penguatan sinergi strategis antara BPOM dan Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman peredaran obat ilegal, pangan berbahaya, serta penyalahgunaan narkotika.

Dalam pertemuan tersebut, Taruna Ikrar turut didampingi sejumlah pejabat Eselon I di lingkungan BPOM RI sebagai bentuk penguatan koordinasi kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pemberantasan narkotika menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinannya. Ia juga menaruh perhatian serius terhadap penggunaan rokok elektrik atau vape yang berpotensi disalahgunakan sebagai sarana peredaran narkotika dalam bentuk cair.

Perhatian tersebut sejalan dengan langkah Kapolri yang mendorong pelarangan peredaran vape secara nasional serta telah menerbitkan kebijakan larangan penggunaan vape bagi seluruh personel Polri, baik saat bertugas maupun di luar kedinasan.

Menurut Kapolri, perkembangan modus peredaran narkotika membutuhkan langkah antisipatif, pengawasan yang semakin kuat, dan kerja sama antarlembaga agar masyarakat, khususnya generasi muda, terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Kapolri juga menyampaikan dukungannya terhadap penguatan sinergi BPOM dan Polri. Hal tersebut sejalan dengan semangat kepemimpinannya, “Polisi Bersama Masyarakat”, yang berlandaskan prinsip “Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.”

Sementara itu, Taruna Ikrar terus mendorong penguatan pengawasan obat dan makanan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai institusi negara, termasuk kepolisian.

Sinergi BPOM dan Polri dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pengawasan, investigasi, dan penegakan hukum terhadap peredaran produk ilegal maupun produk yang mengandung bahan berbahaya.

Khusus terkait narkotika dan penyalahgunaan cairan vape, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung deteksi bahan berbahaya, pengujian laboratorium sesuai kewenangan masing-masing lembaga, pertukaran informasi, serta penegakan hukum.

Penguatan kolaborasi kedua institusi tersebut juga merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat, penguatan ketahanan pangan, dan pemberantasan peredaran narkoba.

Selain itu, BPOM terus memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan dan mutu.

Prinsip “Bukan pangan kalau tidak aman” menjadi landasan penting dalam membangun kesadaran bahwa perlindungan kesehatan masyarakat harus dimulai dari jaminan keamanan produk yang dikonsumsi.

Pertemuan Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Ario Seto sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara regulator dan aparat penegak hukum dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

Melalui sinergi yang semakin kuat, BPOM dan Polri diharapkan mampu membangun sistem perlindungan yang lebih efektif, mulai dari pencegahan, pengawasan, hingga penindakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum.

Kolaborasi BPOM dan Polri bukan hanya tentang pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga tentang menjaga keselamatan masyarakat dan melindungi masa depan generasi bangsa dari ancaman obat ilegal, pangan berbahaya, serta penyalahgunaan narkotika.

Pertemuan kedua pimpinan lembaga negara tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi nyata BPOM dan Polri dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, aman, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

PDAM Makassar