SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Elektabilitas pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin- Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) terus menunjukkan tren positif. Bahkan bocoran beberapa lembaga survei, elektabilitas pasanga calon yang mengusung tagline “Makassar Untuk Kita” naik sekitar 10 persen perbulan.
Elektabilitas yang terus meningkat dan sosialisasi yang massif dilakukan oleh Appi-Cicu, membuat kubu petahana, Danny Pomanto- Indira Mulyasari (DIAmi) panik.
Kepanikan tim DIAmi bahkan ditunjukkan dengan cara- cara yang primitif. Hal ini terlihat dari upaya penghadangan yang dilakukan oleh Tim DIAmi terhadap kendaraan yang ditumpangi Cicu, saat hendak bersosialisasi di Komplek Perumahan Pepabri, Kecamatan Biringkanaya, Jumat kemarin.
Penghadangan yang dilakukan tim DIAmi tentu cukup disayangkan. Karena kandidatnya, Danny Pomanto- Indira Mulyasari dalam beberapa kesempatan selalu menyatakan siap berkompetisi secara sehat untuk mewujudkan pilkada damai. Upaya penghadangan dengan cara barbar, tentu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan ke publik dan fakta yang dilakukan di lapangan.
“Beberapa tim DIAmi seperti orang yang mabuk saya lihat berusaha menghadang mobil yang ditumpangi Ibu Cicu. Selain itu, mereka berteriak- teriak dan membunyikan suara motornya dengan keras- keras. Mereka memancing keributan,” ujar warga Pepabri yang menyaksikan insiden tersebut.
“Saya tidak senang dengan sikap tim DIAmi yang sengaja membuat onar. Sikap tim mencerminkan perilaku kandidatnya,” tambah warga lainnya, yang minta namanya tak disebutkan untuk pertimbangan keamanan. Warga tersebut bertetangga dengan Ketua Brigade 08, Lukman, salah satu komunitas pendukung DIAmi.
Selain menghadang Cicu, warga juga mengaku mendapat teror dan intimidasi dari tim DIAmi. Warga diminta untuk menolak kedatangan Cicu bersosialisasi di Komplek Pepabri.
Penghadangan yang dilakukan Tim DIAmi terhadap Cicu, cukup disayangkan oleh Jubir Appi-Cicu, Arsony. Menurutnya, penghadangan tersebut merupakan bentuk kepanikan tim DIAmi atas survei petahana Danny Pomanto- Indira Mulyasari yang terjun bebas.
“Panik boleh, tapi menggunakan cara cara barbar dan primitif dengan melakukan intimidasi terhadap sosialisasi yang kami lakukan justru hanya akan membuat Danny- Indira kian terasing dari simpati publik,” ungkap politisi PDIP Kota Makassar ini.
Sejauh ini, lanjut aktivis buruh itu, tim Appi-Cicu masih menahan diri dari upaya provokasi yang dilakukan Tim DIAmi.
“Entahlah kedepannya karena kesabaran pun ada batasnya. Komitmen Danny Pomanto- Indira untuk mewujudkan pilkada damai jangan cuma dimulut, tapi harus dibuktikan,” tandasnya. (*)










