SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Memasuki Industri 4.0 penyedian sumber daya manusia (SDM) dalam Industri masih sangat rendah di Indonesia. Untuk itu pemerintah mendorong penyedian tenaga kerja industri berkompoten melalui pembangunan politeknik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian perindustrian dan Perdagangan, Mudjiono dalam acara CEO Industrial Meeting kerjasama antara Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) Bantaeng
Kementerian Perindustrian RI dengan Perusda Sulsel, di Claro Hotel, Kamis, (25/4/2019).
Saat ini pemerintah dalam membangun SDM Industri di Kawasan Industri di Indonesia Timur telah mendirikan kampus
Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) terletak di Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. Adapun tiga jurusan yang ditawarkan antara lain teknik perawatan mesin, teknik listrik dan instalasi, serta analis kimia.
“Sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, mari kita mendorong anak anak untuk kuliah di politeknik untuk membangun SDM industri, jangan hanya kuliah di ekonomi. Kuliah di politeknik itu selain teori juga praktek. Jadi SDM yang lahir dari situ langsung siap dalam dunia Industri,” kata Mudjiono.
Menurut Mudjiono Indonesia saat ini tertinggal jauh dari negara lain dalam bilang pengetahuan Industri. “Kita saat ini tertinggal jauh dari negara lain dalam bilang pengetahuan. Nah kenapa tenaga kerja asing ada di Indonesia karena SDM kita kurang. Untuk itu pemerintah pusat dan daerah mendorong penyedian tenaga kerja industri berkompoten melalui pembangunan politeknik, akademi komunitas industri,” jelasnya.
Industri di Indonesia juga akan terus berbenah, kedepan akan diberlakukan bagi tenaga kerja yakni Sertifikasi Kompetensi. “Kita akan turus lakukan pembenahan saat ini kita telah bangun kantor khusus pelatihan SDM untuk perusahaan agar menghasilkan SDM yang bagus dan kedepan akan diberlakukan Sertifikasi Kompetensi bagi tenaga kerja.
Acara CEO Industrial Meeting kerjasama antara Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) Bantaeng
Kementerian Perindustrian RI dengan Perusda Sulsel ini, telah dihadiri Oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Bersama Wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dan Direktur Utama Perusda Sulsel, Taufik Fahruddin.(*)









