banner dprd mkassar
Tak Berkategori  

“Apakah Merdeka Sekadar Euphoria?”

Oleh : Andi Firmansyah, SH.MH (Direktur SRL Institute)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – 17 Agustur 1945, tumpah darah pahlawan terbayar lunas. Proklamasi yang dibacakan The Founding Father, Soekarno menegaskan kemerdekaan Indonesia dengan paripurna.

Sejarah mencatat, pembebasan Indonesia dari cengkraman penjajah tidaklah diraih dengan mudah. Butuh waktu tiga abad lebih. Ada puluhan, atau bahkan ratusan juta nyawa menjadi taruhan.

Ya mereka berhasil mengusir penjajah meksipun dengan senjata alakadarnya. Seperti tidak masuk akal memang, mengusir penjajah dengan bambu runcing dan perdang. Tapi itu faktanya.

Euphoria kehebatan masa lalu itu harusnya jadi refleksi, jika perjuangan itu tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Perjuangan harus dilakukan terus menerus tanpa kata menyerah apalagi putus asa.

Sejatinya, peristiwa bersejarah 74 tahun lalu, bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia, melainkan titik awal perjuangan baru, membangun negeri setelah terbebas dari belenggu penjajahan.

Sebagai generasi muda, kita tentu tidak bisa sekadar duduk santai, menikmati hasil perjuangan pahlawan di masa lalu, dan hanya ikut meneriakkan kata “Merdeka” dengan suara lantang jika 17 agustus tiba.

Pemuda, sebagai pemegang tongkat estafet perjuangan tentu memiliki tugas dan amanah yang jauh lebih berat, yaitu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang diraih dengan susah payah.

Hal itu, tentu perlu kita renungi. Sebagai pemuda, apa saja yang telah kita berikan bagi negara Indonesia yang kita cintai. Masihkah spirit perjuangan itu terpatri di dalam dada kita.

Sebagai pemuda, kiranya sudah menjadi kewajiban kita untuk mengokohkan semangat dan melanjutkan hasil perjuangan para pahlawan. Karena pemuda itu soal semangat.(*)

 

PDAM Makassar