banner dprd mkassar

PMI Salurkan Logistik ke Daerah Terisolir Terdampak Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Bogor

SUARACELEBES.COM, JAKARTA – PMI Kembali mendistribusikan logistik ke Daerah terisolir yang terdampak tanah longsor dan Banjir Bandang di Kampung Cileuksa Hilir,Ciehear,serta Ciejairin di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (08/01/2020).

Warga Ketiga Kampung Tersebut sudah empat hari belum mendapatkan Bantuan Logistik dikarenakan Akses Jalan ke kampung mereka Terputus.

Kampung Cileuksa Hilir terdapat di RW yaitu RW 02 dan 013, dengan jumlah penduduk sebanyak 1.000 jiwa.
Jumlah pengungsi 100 orang karena rumahnya hanyut diterjang tanah longsor disertai banjir bandang. Di lokasi tersebut ada 33 rumah yang hanyut saat terjadinya longsor dan banjir bandang pada  (01/01/2020) lalu.

Ketika Tim Bantuan PMI dan TNI datang membawa bahan makanan, warga tampak terharu karen mereka sudah 4 hari tidak mendapatkan pasokan makanan dikarenakan wilayah mereka terisolir akibat putusnya sejumlah titik jalan akibat tanah longsor dan jembatan yang menghubungkan antar desa dan kampung terputus diterjang banjir bandang.

Tim PMI dengan menggunakan Helikopter Bolcow BO-105 mendropping bantuan melalui udara sebanyak 3 kali penerbangan pada hari Rabu (08/01/2020).

Cuaca yang menentu, mengakibatkan proses dropping bantuan melalui udara agak terhambat dikarenakan curah hujan tinggi dan awan tebal dan serta angin yang cukup kencang. Pilot Helikopter baru bisa menerbangkan pesawat ke lokasi terisolir sore hari ketika cuaca mulai normal.

Selain kampung Cileuksa Hilir, Helikopter PMI juga mendropping bantuan ke Kampung Ciear dan Cijairin desa cileuksa kecamatan sukajaya kabupaten bogor (di kaki gunung halimun), yang merupakan wilayah terisolir akibat tanah longsor.

Di dua kampung ini terdapat 700 warga yg masih bertahan di rumah masing-masing karena akses jalannya terputus. “Warga disini  sangat membutuhkan makanan dan minuman serta bubur serta susu untuk bayi, kami bersyukur dengan bantuan PMI,” ujar Ilman warga korban banjir.(*)

PDAM Makassar