SUARACELBES.COM. GORONTALO. Berbeda dengan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin periode sebelumnya. Kini, kampus Merah julukan perguruan tinggi yang masuk 10 besar terbaik di Indonesia ini akan melaksanakan Pilrek dan menyita perhatian publik se Indonesia. Senin (30/8) 2021.
Hal tersebut disebabkan karena alumni Universitas Hasanuddin telah tersebar bukan hanya di Indonesia melainkan juga di luar negeri. Banyak tokoh-tokoh besar di negeri ini lahir dari kampus ini. Sebut saja mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua KPK Abraham Samad, Wakil pimpinan KPK Laode M. Syarif, Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Laica Marzuki dan Prof. Aswanto. Kini dikabinet Jokowi ada nama Ketua IKA Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Dr. Syahrul Yasin Limpo. Menteri Pertanian yang meniti karier sebagai mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode.
Pilrek UNHAS mencari pengganti Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu menjadi tren lahirnya polling online sejumlah nama yang mendaftar dan layak sebagai pengganti Prof. Dwi ke depan. Salah satu pendaftar Rektor UNHAS yakni Prof. Farida Patittingi. Dekan Fakultas Hukum 2 periode dengan latar belakang segudang prestasi dan aktif di sejumlah organisasi.
Prestasi membangun relasi dalam menduduki Jabatan Dekan, mendapatkan dukungan dari kalangan Alumni yang berkipra di luar Sulawesi Selatan. Saat wawancara langsung diruang kerjanya, Jupri salah satu alumni yang menjadi Dosen di Universitas Ichsan Gorontalo menyatakan dukungan kepada Prof. Farida untuk melanjutkan kerja-kerja luar biasa dari Prof. Dwia. Beliau berdua (Prof.Farida-Prof. Dwia) merupakan satu pasang sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Saya ingat betul ketika studi di UNHAS, Prof. Dwia kala menjabat Wakil Rektor selalu jalan bareng dengan Prof. Farida. Ketika Prof. Dwia terpilih menjadi Rektor, di saat yang sama Prof. Farida juga terpilih menjadi Dekan Fakultas Hukum. Sampai sekarang mereka selalu saling terikat dalam membesarkan nama kampus Universitas Hasanuddin Makassar hingga dikenal keluar negeri, ungkapnya.
Artinya bila kita sudah melihat kiprah beliau berdua. Berharap agar kerja Prof. Dwia dilanjutkan, maka jawabannya ada pada sosok Prof. Farida Patittingi. Dari segi relasi pun sudah tidak diragukan lagi, kerjasama dengan institusi penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, KPK, MA, Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Hukum dan HAM hingga kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri telah dilakukan guna membesarkan nama baik Universitas Hasanuddin pada umumnya dan Fakultas Hukum pada khususnya, tambahnya.
Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin terdapat sejumlah calon yang mendaftarkan diri. Diantaranya Prof. Farida Patittingi, Prof. Armin Arsyad, Prof. Budu, Prof. Abdul Kadir dan Prof. Jamaluddin Jompa. (Rama)










