SUARACELEBES. COM, MAKASSAR- Fenomena politik Identitas di kancah perpolitikan di Indonesia diyakini mampu menjadi peluru bahkan senjata bagi partai politik untuk meningkatkan nilai elektoral, terkhusus bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Tentunya nilai-nilai elektoral tiap partai akan melejit jika politik identitas yang melekat selama ini di tiap partai mampu diaktualisasikan secara maksimal, massif dan mengarah ke positif.
Untuk itu, Pakar Komunikasi Politik dari UIN Alauddin Makassar, Dr Sabri AR menilai keberadaan partai berlambang ka’bah ini harus berani memperlihatkan atau menunjukkan jati dirinya sebagai partai Islam.
Alasannya, partai-partai Islam selama ini masih dipertanyakan identitas politiknya di masyarakat.
Sehingga wajar jika kemudian, kata Sabri nilai elektoral partai-partai Islam dalam arena demokrasi tergerus alias menurun bahkan bisa saja tidak lolos dari ambang batas Parlementary Threshold 4 persen.
Itu ditandai karena nilai-nilai keislaman di masyarakat kurang diperjuangkan dan tersentuh oleh partai-partai yang berbasis Islam.
Olehnya, PPP sebagai partai berbasis Islam harus bisa menunjukkan jati dirinya ke khalayak bahwa PPP adalah partai yang satu-satunya memperjuangkan pergerakan keummatan.
“Saya menyakini PPP mampu lolos dari ambang batas PT jika partai ini melakukan pergerakan atau strategi politik positif dengan menunjukkan jati dirinya sebagai partai berbasis Islam di masyarakat,” kata Sabri saat menjadi pembicara pada diskusi politik bertema Membedah Peluang Caleg Muda PPP di Warkop 212 Jalan Toddopuli Raya, Minggu (2/12/2018).
Sekedar diketahui, diskusi ini menghadirkan sejumlah pembicara. Selain Sabri turut juga menjadi narasumber Direktur Eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir, Sekretaris PPP Sulsel, Asrul Makkaraus, dan Wakil Ketua PPP Sulsel, Imam Fauzan A Uskara yang juga caleg dapil 1 Makassar A. (*)










