SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Di tengah pandemik covid-19 dan semakin langka serta mahalnya masker di pasaran, salah seorang mahasiswi atas nama Wira Rahayu asal STIE Amkop Makassar telah berinovasi dalam membuat masker.
Maskes buatan Wira Rahayu ini ditengahnya dapat diisi dengan tissue atau kain serta dapat pula dicuci sehingga tidak seperti masker biasanya yang cuma sekali pakai.
Dengan adanya masker seperti ini dapat membantu masyarakat dalam memperoleh masker untuk pencegahan covid-19 dengan harga terjangkau dan dapat digunakan lebih lama dibanding masker yang biasanya dengan harga yang semakin mahal.
Mahasiswi tersebut menjual masker buatannya dengan harga 8-10 rupiah. Di samping itu masker yang dibuat juga dapat disesuaikan pesanan untuk motifnya sehingga kelihatan lebih modis dan jauh dari kesan seperti orang sakit yang menggunakan masker.
Menurut Hardiyono,SE.,MM yang membina inovasi produk mahasiswa STIE Amkop Makassar, hal ini tentunya menjadi salah satu bentuk usaha kreatif rumahan dari mahasiswi kami dan sangat membantu masyarakat yang ada disekitarnya. “Semoga dengan adanya salah satu bentuk inovasi produk mahasiswi STIE Amkop Makassar, dapat memacu inovasi kreatif selanjutnya dari para mahasiswa/i lainnya untuk lebih meningkatkan inovasi yang berasal dari industri kreatif rumahan untuk lebih membantu masyarakat,” kata Hardiyono, Jumat (03/04/2020)
Lebih lanjut ketua STIE Amkop Makassar, Bahtiar Maddatuang menghimbau kepada seluruh mahasiswanya untuk menunjukkan kreativitas yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Saat ini waktunya untuk mahasiswa lebih mengabdi kepada masyarakat yang ditunjukkan melalui inovasi serta partisipasi dalam memerangi wabah covid-19 ini,” Hatap Bahtiar.
Sementara itu salah satu dokter spesialis anak, Meta Hanindita mengatakan bahwa masker kain sejauh ini belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah penularan virus corona.
“Meski belum ada bukti jika masker kain yang dilapisi tisu atau kasa steril efektif. Namun dalam kondisi krisis masker, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC Amerika Serikat merekomendasikan ini sebagai upaya pencegahan terakhir,” tulis Meta lewat Instagram pada Kamis (26/3/2020).




