SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Sejak memulai menjalankan roda pemerintahannya, pergerakan yang sangat agresif dan massif terus dilakukan oleh Walikota dan Wakil Walikota Makassar. Hal ini tak lepas dari potensi dan energi mereka yang terus dikerahkan, disertai dengan kolaborasi apik yang terbangun dan berbagi tanggungjawab dalam menjalankan peran dan tugas-tugas pelayanan mereka kepada masyarakat Kota Makassar.
Dengan intensitas dan speed tinggi yang ditunjukkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Makassar dalam menjalankan pemerintahan, maka saat ini dapat dilihat hasil nyata dan sangat berbeda, yang jauh lebih progresif dan maju dibandingkan dengan Pemerintah Daerah atau Pemerintah Kota lainnya, baik di Sulsel, secara regional maupun secara skala Nasional.
Kemajuan nyata dan berbeda itu, sangat nampak dalam seratus hari kerja pertamanya. Visualisasi kinerjanya terpotret dengan indikator berjalannya program utama seperti Iuran Sampah Gratis dan Seragam Sekolah Gratis serta beberapa program Infrastruktur lainnya, meskipun saat ini sedang diberlakukan kebijakan ketat efisiensi anggaran.
Selain adanya kemajuan dari berjalannya beberapa program prioritas, hal lain yang juga nampak sangat berbeda diawal penyelenggaraan pemerintahan Kota Makassar saat ini, adalah maraknya kunjungan formal dari berbagai negara-negara luar ke Kota Makassar. Dimana dalam 3 bulan terakhir, setidaknya terdapat 6 negara yang sudah datang berkunjung (melakukan pertemuan) secara resmi untuk menjajaki potensi-potensi prospektif Kota Makassar yang dapat dikerjasamakan.
Sejak awal tahun (Januari 2025) meskipun belum dilantik, Kyushu University Jepang, sudah melakukan kunjungan dan pertemuan dengan Walikota Terpilih saat itu Bpk H. Munafri Arifuddin, dengan agenda utama kerjasama pada sektor Pendidikan. Kemudian pada pertengahan bulan April lalu, juga dilakukan pertemuan dengan Investor dari Qatar, point penting dari pertemuan ini adalah menggagas kerjasama Pembangunan Stadion Untia yang kedepan akan menjadi salah satu “ikon monumental” infrastruktur baru di Kota Makassar, sekaligus akan menjelma sebagai “new economic growth center”. Selanjutnya pada akhir April 2025 juga menerima kunjungan Deputy Head of Mission of The Kingdom of The Netherlands, pertemuan dengan Duta Besar Belanda ini dititikberatkan pada sektor Maritim, Ekonomi, Infrastruktur & Transportasi perkotaan. Kemudian pada awal bulan Mei 2025 ada kunjungan kehormatan Duta Besar Swiss untuk Indonesia di Kota Makassar dengan agenda prioritas kerjasama pada sektor Pendidikan dan Kesehatan. Pada bulan yang sama (akhir bulan Mei) juga ada rintisan kerja sama pada sektor pariwisata antara Pemkot Makassar dengan Pemerintah Kerajaan Malaysia bertajuk Business To Business EXchange Tours. Dan yang terbaru (akhir bulan Mei 2025) adalah kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia bersama Konsul Jenderal Australia, pada pertemuan ini difokuskan pembahasan kerjasama pada sektor Lingkungan, Pendidikan, Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat.
Tingginya minat kerjasama negara-negara luar ini dengan Pemerintah Kota Makassar, menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap pemerintah dan kondusifitas wilayah Kota Makassar untuk berinvestasi dinilai sangat baik. Ini juga tentu tak lepas dari link connecty dan komunikasi international yang mampu diperankan oleh Walikota Makassar.
Dengan adanya rencana kerjasama ini, diharapkan akan memberi dampak terbukanya peluang lapangan kerja pada semua sektor secara luas bagi masyarakat untuk bisa terlibat beraktifitas dan bekerja serta berproduksi. Jika hal ini terealisasi, maka akan menambah penghasilan masyarakat yang selanjutnya bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan berpengaruh langsung pada sektor ekonomi riil yang cepat bertumbuh.
Walaupun juga direncanakan kerjasama pada sektor lingkungan, pariwisata, teknologi dan infrastruktur, tetapi nampak bahwa akumulasi kerjasama yang dominan difokuskan pada sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Seyogyanya memang pada sektor ekonomi (daya beli masyarakat), pendidikan dan kesehatan di Kota Makassar ini, harus diprioritaskan agar tetap dapat terjaga stabilitasnya ditengah-tengah trend ekonomi global dan nasional yang cenderung bergerak tak menentu.
Eksistensi tersebut diharapkan dapat menjaga konsistensi Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar yang tergolong baik serta dapat menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Hal lain dan teranyar, yang juga dinilai mampu memobilisasi pendatang domestik dan mancanegara ke Kota Makassar adalah dengan terselenggaranya event-event nasional dan internasional seperti MHM dan MWIF. Event-event seperti ini, selain sebagai ajang promosi tentang Kota Makassar (sektor pariwisata), juga berdampak secara langsung pada sektor ekonomi mikro masyarakat, dari hasil transaksi para peserta event-event di Kota Makassar.
Kepiawaian Walikota Kota Makassar membuka dan membangun koneksitas global, melobi dan berkomunikasi internasional, dengan mendatangkan investor-investor dari luar negeri untuk menjalin kerjasama pada semua sektor pembangunan dan juga dengan kemampuan mengsupport event-event bertaraf international di Kota Makassar, adalah suatu power positif yang prospektif, bagi Pemerintah dan masyarakat Kota Makassar. Tentu ini akan memposisikan Kota Makassar sebagai obyek kunjungan orang, barang, jasa dan membuka ruang transaksi ekonomi global, sekaligus mendorong Kota Makassar untuk lebih mendunia.
Output dari langkah strategis dan upaya-upaya awal dari Walikota Makassar ini, dapat diproyeksi bahwa beberapa tahun kedepan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Makassar. Ini tentu merupakan langkah GOOD STARTING (permulaan yang baik) dari kepemimpinan MULIA.



