SUARACELEBES.COM, GORONTALO – Dosen dan Mahasiswa Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo melakukan Penelitian dan pengabdian kolaboratif tentang Literasi digital masyarakat adat Gorontalo bertempat desa Tabongo Timur Kecamatan Tabongo, Sabtu (5/8/2022).
Penelitian dan pengabdian kolaboratif dosen FIS UNG yang terdiri, Ketua Dr. Yoan Tamu, S.Ag., M.A., Anggota Dr. Sumardjo, S.Pd., M.Si, Abdul Wahab Thomas, S.Sos.i., M.Sos, La Here Kaharfin, S.I.Kom., M.I.Kom, Fitrah Yusharyani Puluhulawa, S.Sos., M.A. Bersama 3 orang mahasiswa Mimi Septiani W. Akuba, Wahyu Mohammad Ishak, Fitra Ayisia Tangahu.
Peneliti dosen dan mahasiswa tersebut melakukam wawancara dan FGD pada jajaran utoliya untuk Menelusuri Strategi komunikasi ‘Utoliya’ Sebagai Penutur Adat Desa Tabongo Timur Dalam Menjaga Eksistensi Adat Gorontalo Di Kalangan Generasi Muda.
Ahmad D. Radjak. A,md (utoliya) mengungkapkan kepedulian terhadapat adat semestinya berangkat dari kesadaran, bahwa adat merupakan pakaian dan dengan kesadaran itulah maka keberadaan kita dalam tradisi sosial tidak akan terlihat telanjang.
Drs. Idris Ahmad (bate-ketua tokoh adat kecamatan tabongo) mengatakan sejauh ini kami terus bersinergi bersama pemerintah dengan langkah-langkah inovatif dalam rangka membumikan adat Gorontalo dikalangan generasi muda diantaranya saat ini terealisasi melalui pelatihan terhadap adik-adik siswa sekolah yang dipersiapkan dan ditempa menjadi kader-kader utoliya sebagai perangkat pelaksana adat dimasa mendatang.
Dalam dialog itu, La here kaharfin menyampaikan bahwa jika adat ingin tetap dilihat memiliki eksistensi maka perlu adanya penyesuaian media pembelajaran terhadap generasi, kecenderungan genarasi muda saat ini pada perilaku penggunaan internet yang cukup konsumtif juga harus menjadi pertimbangan besar bagi para jajaran utoliya untuk turut berpartsipasi dalam agenda publikasi dengan menggunakan media-media yang disenangi oleh generasi muda saat ini. Ungkapnya
Salah satu Langkah preventif dalam mengawal tradisi Gorontalo agar tetap eksis dan dipandang lebih representatif tentu dengan pemanfaatan youtube dan media lainnya sebagai sarana pembelajaran dalam menjadikan adat gorontalo di kalangan generasi muda tetap lestari. Tambahnya.
Melalui agenda penelitian dan pengabdian tersebut tim riset jurusan komunikasi UNG turut menjadi fasilotator yang mengenalkan pentingnya literasi digital dikalangan masyarakat adat gotrontalo. (Rama)



