SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel mengeluarkan pernyataan resmi terkait sikap secara keorganisasian untuk Pilkada serentak 2018 mendatang.
“Muhammadiyah sebagai ormas secara tegas berdiri netral dan tidak menjadi bagian dari tim sukses siapapun. Termasuk isu dan wacana Muhammadiyah berkoalisi dengan Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan kandidat di jalur independen pada pemilihan gubernur Sulsel,” tegas Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah Sulsel, Zainal Abidin dalam rilisnya yang ke Suaracelebes.com, Selasa (7/11/2017).
Zainal menjelaskan organisasi keummatan justru, mendorong terciptanya suasana politik yang demokratis, santun, berkemajuan, dan lebih beradab.
Untuk itu, tiap kandidat berikut tim suksesnya perlu memperlihatkan perilaku politik yang santun dengan tidak saling memfitnah apalagi melakukan black campaign. Sebab, cara seperti ini rawan menimbulkan gejolak sosial.
Mengenai ada kader Muhammadiyah yang maju di Pilkada maupun Pilgub, baik diusung parpol maupun lewat jalur perseorangan, itu hanya mewakili pribadi, bukan rekomendasi organisasi.
Olehnya itu, dia mengimbau kepada seluruh kontestan agar tidak membawa-bawa bendera Muhammadiyah dalam konteks politik baik Pilkada maupun Pilgub.
“Kami mengimbau kepada segenap warga persyarikatan agar menggunakan hak politiknya memilih pemimpin daerah pada Pilkada serentak 27 Juni 2018 secara demokratis,” pungkasnya. (*)









