SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Peluang Dani Pomanto untuk kembali memimpin Makassar agaknya tak akan semudah yang dibayangkan. Penelitian lapangan yang dilakukan Lembaga Konsultan Politik Nurani Strategic (NUSA) pada awal April lalu yang menyertai survey Pemilu 2019 di Kota Makassar, DP yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikota Makassar, 8 Mei 2019, hari ini, ternyata tak lagi terlalu dominan dalam persaingan menuju 01 Makassar di 2020 mendatang.
“Keterpilihan DP berada di angka 36,8 persen dengan tingkat keterkenalan di atas 80 persen. Ini mengkhawatirkan karena keterkenalan beliau terlalu tinggi sementara tingkat keterpilihannya di bawah 50 persen,” ujar Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus.
Dengan sampel 800 orang, survey ini tingkat ME 2,5 persen dengan kepercayaan 95 persen. Sampel merata di 14 kecamatan minus Kecamatan Sangkarrang, yang dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah daftar pemilih di Pemilu 2019. Survey menggunakan metode penarikan sampel multistage random sampling. Penelitian dibiayai sebuah parpol di Makassar yang ingin mengetahui keterpilihan partainya di Makassar di Pemilu 2019 lalu.
Namun, mantan Ketua KPU Makassar ini menutup angka persentase keterpilihan figur selain DP. Ia hanya menyebutkan beberapa nama yang masuk dalam radar penelitian itu. “Nama-nama seperti mantan Wawali Syamsu Rizal, CEO PSM Munafri Arifuddin, Ketua Nasdem Makassar Rahmatika Dewi, pengusaha Rusdin Abdullah dan lainnya cukup mengancam meski elektabilitasnya belum menyamai DP,” kata Konsultan yang baru saja memenangkan kliennya di Pilkada Wajo ini.
Nurmal memberi catatan khusus pada tiga figur yang menurutnya sangat mengancam posisi DP, yaitu Syamsu Rizal, Munafri Arifuddin dan Rusdin. Jika keduanya maju bersamaan maka akan melahirkan persaingan yang menarik.
“DP dengan pasangannya, Dg ical dengan pasangannya begitula dengan Appi dan Rusdin. Jika itu terjadi, saya sulit memastikan siapa yang akan menjadi pemenang. Sebaliknya jika ada salah satu di antara ketiganya yang bersatu maka saya bisa memastikan kemungkinan dia akan jadi pemenang,” katanya.
Namun Nurmal menyatakan rekaman survey itu berdasarkan kondisi saat survey digelar. Dengan rentan waktu lebih setahun menuju Hari pemungutan, maka pergesera persepsi yang dipengaruhi banyak hal besar sekali untuk terjadi.
Khusus untuk DP, Nurmal menyarankan agar melakukan konsolidasi menyeluruh terhadap kekuatan timnya. “Beliau punya kekuatan di manajemen tim yang bagus. Dia punya jejaring yang baik di semua kecamatan walau secara militansi mereka masih perlu dipertebal, tetapi jika DP punya napas panjang berupa kekuatan finansial yang besar, maka semua bisa diselesaikan dengan baik,” imbuhnya.
Selain itu, DP perlu menemukan pendekatan lain ke pemilih karena bukan lagi Walikota. “Dia harus lebih memperbanyak intensitas pertemuan dengan kelompok kelompok warga dan membangun jaringan baru untuk digunakan jelang hari H, tukasnya.(*)



