SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pernyataan Bakal Calon Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang mengisyaratkan “membuang” Tanribali Lamo untuk maju di Pilgub Sulsel menuai tandatanya besar.
Pasalnya, komitmen secara lisan ala anak Bugis-Makassar yang sebelumnya dibangun dua figur itu dianggap hanya isapan jempol belaka demi menyenangkan TBL.
Goyangnya komitmen NA yang selama ini digembar gemborkan didasari karena sulitnya mendapatkan partai politik untuk menjadi kendaraannya bertarung di Pilgub.
Ditambah lagi di lembaga konsultan politik bernama Poltracking survei TBL masih sangat rendah.
Pengamat Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, NA berada pada posisi dilematis, sekaligus diperhadapkan pada tantangan, terutama soal menguji komitmennya maju berpasangan dengan TBL.
Meskipun memang, banyak figur-figur potensial yang tidak kalah dari TBL, seperti Bupati Sidrap dua periode Rusdi Masse, Aliyah Mustika dan lainnya. Namun NA tak boleh begitu saja meninggalkan TBL yang sudah berkorban.
“Saya kira adagium lama bahwa tiada kawan dan lawan yang abadi, kecuali kepentingan, memang selalu berlaku dalam politik, hingga saat ini. Namun kita juga harus menghargai komitmen dan konsistensi yang sementara dibangun oleh keduanya, NA dan TBL dalam menghadapi Pilgub Sulsel 2018 kedepan,” ungkap Arief, saat dikonfirmasi, Rabu (9/8/2017).
Untuk itu, kata Arief, konsistensi, komitmen, dan pengorbanan justru merupakan nilai lebih seorang figur, ketimbang tiba-tiba memilih mencari pendamping lain.
Pernyataan senada diutarakan Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Firdaus Muhammad .
Menurutnya, komitmen antara NA dan TBL adalah sebuah kesatuan yang seharusnya tetap terjaga. Karena memang, pengorbanan TBL selama ini seharusnya tidak diabaikan begitu saja oleh NA.
“NA sulit tinggalkan TBL. Sebaiknya NA tidak tergoda partai-partai karena justru bisa dinilai publik tidak komit. Sebaliknya pasangan NA-TBL harus dijaga,” ungkapnya.
“Berdasar survei tampaknya NA masih aman. NA bisa saja nanti lebih realistis secara politik tetapi TBL relatif lebih aman,” lanjut Firdaus.
Namun memang, kata Firdaus, kehadiran kandidat lain bisa menggoyahkan pasangan NA dan TBL.
Tetapi hal itu, harus diperhitungkan matang-matang oleh NA sebelum mengambil keputusan kelak. Pasalnya, TBL adalah figur yang paling potensial untuk bersama NA di Pilgub.
“Perlu proses politik untuk menetapkan kandidat lain sebagai pendamping tapi NA tidak boleh gegabah. TBL pasangan ideal tetapi harus juga bergerak untuk mendukung suara NA. Kalau NA-TBL terbelah bisa jadi bumerang NA,” tutup Firdaus.
Terpisah, Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menilai sikap NA dianggap cukup realistis dalam menyonsong Pilgub Sulsel.
“Bagaimanapun, sikapnya yang terus bertahan pada satu kemungkinan calon wakil membuat beliau tak punya ruang yang lebar untuk bernegosiasi dengan parpol dan figur lain,” kata Nurmal.
Ia pun meyakini, pernyataan bupati Bantaeng dua periode itu sangat kemungkinan sekali tercipta dan berdampak pada perubahan peta politik.
“Jika Pak TBL tak mampu memberikan kontribusi dukungan parpol, maka peluang itu besar sekali,” katanya.
Meski demikian, Nurmal mengamati bahwa NA harus siap dengan segala konsekuensi jika nanti memang akan membuang TBL.
“NA harus meredam pandangan negatif tentang sikapnya itu yang meninggalkan TBL padahal sebelumnya sudah menyatakan TBL adalah harga mati. Saya fikir NA sudah menyiapkan strategi terbaik untuk meredam ekses negatif itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, NA meyakini TBL bakal tahu diri jika elektabilitasnya tidak bisa menopang kemenangan paket NA-TBL.
“Saya dengan TBL saat ini masih dalam proses simulasi, bukan retak. Dengan Pak TBL semua masih cair, kita tidak mungkin meninggalkan orang begitu saja. TBL orang yang sangat arif,” kata NA.
NA pun menyebut nama Rusdi Masse (RMS) sebagai salah satu calon pasangannya untuk dimasukkan dalam survei politik. Menurut Nurmal, secara kasat mata kedua figur ini bisa mendorong kemenangan.
“Beberapa faktor membuat keduanya seimbang dalam kontestasi perebutan suara,” pungkasnya. (*)










