SUARACELEBES.COM, SIDRAP – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sidrap sukses menyelenggarakan Fashion Wastra Glamour di Kawasan Monumen Ganggawa (Mogan), Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sabtu malam (8/8/2026).
Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap dan sejumlah sponsor, kegiatan tersebut menghadirkan 23 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Fashion Wastra Glamour menjadi ruang bagi para peserta untuk menampilkan kreativitas dalam mengemas busana berbasis wastra dan kostum adat dengan sentuhan modern. Meski tampil glamor dan kekinian, identitas serta nilai budaya tetap dipertahankan.
Ajang tersebut mempertandingkan empat kategori, yakni Cilik A untuk usia 4–7 tahun, Cilik B untuk usia 8–12 tahun, serta kategori Remaja dan Dewasa.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turut hadir pada Ahad (9/8/2026) dini hari setelah sebelumnya menghadiri Pentas Seni dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Watang Pulu.
Syaharuddin hadir bersama Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Muhammad Aries Yasin, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mahluddin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif bersama Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin menyerahkan piala kepada para peserta yang berhasil meraih juara pada masing-masing kategori.
Syaharuddin mengapresiasi JMSI dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Fashion Wastra Glamour. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara kreatif untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya kepada generasi muda.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Wastra juga menjadi salah satu program TP PKK Sidrap yang terus kita dorong. Kita ingin anak-anak dan generasi muda mengenal budaya dan adat kita, tetapi juga mampu mengemasnya dengan kreativitas dan inovasi sehingga tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Syaharuddin.
Ia mengatakan, wastra tidak semestinya hanya dipandang sebagai pakaian adat, tetapi dapat dikembangkan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai estetika sekaligus membuka ruang inovasi bagi masyarakat.
“Kita ingin wastra ini terus hidup dan berkembang. Jangan hanya kita lihat sebagai pakaian adat, tetapi bagaimana bisa dikembangkan menjadi karya yang menarik, modern, dan tetap memiliki identitas budaya kita,” katanya.
Syaharuddin juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Menurutnya, keterlibatan peserta lintas daerah menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus mendorong kreativitas.
Sementara itu, pelaksanaan Fashion Wastra Glamour menjadi bagian dari upaya JMSI menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan dunia media, tetapi juga ikut mengambil peran dalam mempromosikan budaya dan ekonomi kreatif daerah.
Melalui kegiatan tersebut, JMSI bersama Pemkab Sidrap mendorong agar wastra dan busana adat terus mendapat ruang untuk berkembang, dikemas secara kreatif, serta semakin dikenal oleh generasi muda dan masyarakat luas.









