SUARACELEBES.COM, PALU – Petahana dua kali anggota DPR RI, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut I, Sarifuddin Sudding memastikan dirinya lolos ke Senayan. Kepastian itu diperoleh Sarifuddin Sudding setelah seluruh KPUD kabupaten/kota selesai melakukan pleno rekapitulasi penghitungan suara.
Sarifuddin Sudding memperoleh sebanyak 36,245 suara menduduki kursi keenam dari tujuh kursi DPR RI yang diperebutkan.
Perolehan suara yang signifikan khususnya Partai Amanat Nasional (PAN). Caleg urut 2, Delia Wilhelmina memperoleh sebanyak 33,333 suara ditambah luma caleg lainnya. Sehingga PAN secara keseluruhan memperoleh 97,599 suara.
“Perolehan suara PAN itu tentunya tidak terlepas dari strategi para juru kampanye partai termasuk konser musik yang langsung dilakukan oleh Sigit Pasha Purnomo, suami Delia Wilhelmina. Iti sangat mendukung perolehan suara partai,” kata Sarifuddin Sudding kepada wartawan Kamis malam, 8 Mei 2019 di Palu.
Dari data internal tim pemenangan Sarifuddin Sudding, Partai Nasdem memperoleh 271.022 suara (kursi pertama), Partai Gerindra 206.814 suara (kursi kedua), Partai Golkar sebanyak 194.728 suara (kursi ketiga), PDIP sebanyak 165.264 suara (kursi keempat), Partai Demokrat sebanyak 127.511 suara (kursi kelima), Partai Amanat Nasional sebanyak 97.599 suara (kursi keenam) dan PKB sebanyak 95.901 suara (kursi ketujuh).
Ketua DPP PAN itu bercerita ketika dirinya tak lagi nyaman di Partai Hanura, ternyata banyak partai politik yang meminangnya dan menjatuhkan pilihannya di partai besutan Zulkifli Hasan.
Dua periode di parlemen dan menempati Komisi III, Sarifuddin banyak bersentuhan dengan lembaga penegak hukum, Polri, Kejaksaan dan KPK membuatnya sering hadir di tengah masyarakat yang sedang berhadapan dengan hukum. Latar belakang pengacara dan sudah malang melintang membela kelompok marjinal saat masih bergabung di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar membuatnya tidak kesulitan berhadapan dan membela masalah hukum yang ada.
“Misalnya kasus penggusuran di Tanjung Sari Banggai, kehadiran komisinya di tengah konflik tersebut memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” kata Sudding, sapaan akrabnya.
Tak hanya di daerah pemilihannya, di parlemen pun, pada periode pertamanya, Sudding kerap menjadi sasaran bidikan kamera para wartawan dengan pernyataan dan sikap kritisnya atas permasalahan hukum yang terjadi tanah air.
“Seluruh warga negara itu sama di depan hukum. Jadi kalau ada ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat, maka kita harus hadiri di situ,” ujar bekas Sekjen Partai Hati Nurani Rakyat itu.(*)









