Kemendes PDTT Jadikan Pilot Studi SDGs Empat Desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Pemkot Makassar SC
BAPENDA Makassar SC

SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, empat Desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur dipilih menjadi pilot studi SDGs (Sustainable Development Goals) Desa yang dimulai tahun 2021

Keempat desa pilot studi itu adalah Desa Kemojing Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap berpenduduk 744 Kepala Keluarga dan Desa Tempel Sari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung berpenduduk 732 Kepala Keluarga (KK). Keduanya di Jawa Tengah.

Sedangkan dua desa lain di Jawa Timur, masing-masing Mlaten, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dengan penduduk 751 KK dan Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso dengan jumlah penduduk 746 KK.

Konsentrasi yang dilakukan kepada 4 desa pilot studi itu berupa sensus untuk seluruh penduduk, keluarga dan rukun tetangga. Kemudian dari sensus itu akan muncul hasil berupa profil desa, profil kependudukan, masalah kewargaan, masalah kewilayahan, serta rekomendasi-rekomendasi mengenai masalah level individu, keluarga, wilayah, tingkat capaian SDGs Desa serta laju pemenuhan sasaran SDGs Desa.

“Empat desa itu memiliki tipologi desa yang berbeda, yaitu pesisir dan pegunungan di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dalam acara jumpa pers melalui virtual, Kamis (10/12/2020).

SDGs Desa digagas Mendes Abdul Halim Iskandar mulai diterapkan tahun 2021. Ada 18 capaian yang dituju pada seluruh desa di Indonesia, namun sebelum masuk penerapan menyeluruh ada tahapan-tahapannya. Saat ini SDGs Desa memasuki tahap pengukuran, di mana terus dilakukan perbaikan untuk mengangkat Desa mencapai ranking pembangunan Indonesia yang berperikemanusiaan, yang saat ini masih pada posisi 101 dari 116 negara.

“Apalagi, peran desa semakin dominan selama pandemi Covid-19, yang diperkirakan masih berlangsung sampai akhir tahun depan,” ucap Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar.

Probelmatika desa pada masa Pandemi Covid-19 berusaha diatasi oleh Kemendes PDTT dengan melakukan berbagai program yang mengangkat pertumbuhan ekonomi. Diantaranya adalah Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang mampu menahan pengangguran desa hingga naik pada batas 600.000 penganggur. Upaya itu sangat terasa, walau menurut data pengangguran naik sampai 2 juta jiwa pada Agustus 2020.

Kepmendes PDTT juga mencatat, pertumbuhan ekonomi pertanian di desa tetap positif hingga triwulan ke 3, padahal sektor ekonomi lain masih berkontraksi. Setidaknya 35 persen keluarga terbawah di desa dipayungi jaring pengaman sosial, melebihi proposi kemiskinan perdesaan yang terukur 13 persen pada Maret 2020.

Kementerian Desa PDTT saat ini juga mulai melatih pendamping desa, agar bersama-sama pemerintah desa memulai mengambil data SDGs Desa pada level desa, rukun tetangga, keluarga, dan individu. Updating data selanjutnya dijalankan tiap semester.

Menurut Menteri Desa PDTT, instrumen pengukuran sudah diuji coba dengan reliabilitasnya mencapai 0,955 (hampir sempurna menjemput realitas lapangan) dengan seluruh pertanyaan valid menurut ukuran validitas internal dan eksternal.(*)

Perumda Parkir Makassar
Pangkep SC