banner dprd mkassar
Tak Berkategori  

Guru dan Karyawan SD Islam Athirah 1 Makassar Ikuti Bincang Pendidikan: Adversity Quotient – Agar Anak Tak Gampang Menyerah

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Guru SD Islam Athirah 1 Makassar mengikuti Bedah Buku dan Bincang Pendidikan: Adversity Quotient – Agar Anak Tak Gampang Menyerah.

Webinar yang dilaksanakan pukul 09.30 WITA ini diikuti oleh pimpinan, seluruh guru dan karyawan Sekolah Islam Athirah, pengurus BMJ dan orang tua siswa.

Webinar yang dilaksanakan melalui zoom meeting ini dibuka secara resmi oleh Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, S.T.,M.Pd.

Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa bedah buku dan bincang pendidikan ini diadakan untuk membekali seluruh warga Sekolah Islam Athirah sebagai pendidik dan orang tua agar anak-anak mampu menghadapi tantangan perubahan pada zaman yang akan datang.

“Kita sebagai guru dan orang tua cara kita bersyukur adalah mendidik anak dengan baik. Semoga dengan webinar hari ini adalah salah satu jalan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT dengan cara mendidik anak kita dengan baik,” pungkasnya, Rabu (12/04/2023).

Webinar ini menghadirkan dua pembicara ternama yaitu direktur Sekolah Islam Athirah dan juga seorang penulis dan konsultan Pendidikan keluarga, Ibu Miarti Yoga.

Di sesi pertama, Syamril dalam materinya mengatakan bahwa dalam rangka membangun generasi kita fokus kepada tiga hal yaitu keyakinan, kepercayaan, harapan.

“Saya ingin menekankan bahwa kita harus yakin bahwa ada Allah yang menciptakan kita. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Jadi masa depan yang akan dihadapi anak kita maka kita harus yakin dulu,” jelasnya.

“Kedua, mendidik anak bukan tindakan personal tetapi tindakan kolaboratif, kerja sama orang tua dan sekolah. Di sini kita butuh trust dan saling menjaga kepercayaan. Ketiga, harapan, di era sekarang banyak hal yang mengkhawatirkan kita namun kita tidak boleh putus asa. Selalu masa itu ada harapan, ancaman, tantangan, dan lain sebagainya,” katanya saat mengisi materi.

Lebih jauh, dia juga menjelaskan bahwa generasi masa depan butuh lima hal yaitu pintar, segar, bugar, tegar, dan benar.

“Dunia terus berubah dan ilmu terus berkembang. Kompetensi yang wajib dimiliki oleh anak yaitu mandatory competencies (self-management dan working with people), self-competencies (problem solving), dan hard competencies (technology use and development). Inilah yang diprediksi oleh para ahli bagaimana ke depan anak-anak kita disiapkan menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan sesi bedah buku “Adversity Quotient yang dibawakan langsung oleh Miarti Yoga.

Dalam materinya, dia mengatakan bahwa untuk mengajarkan anak bersikap tangguh harus dimulai dulu dari orang tua.

“Bagaimana mungkin kita meminta anak untuk kuat, hebat dan tahan menerima kondisi jika di saat yang sama kita sebagai orang tua tidak tahan dengan berbagai ujian. Mengajarkan ketangguhan kepada anak maka orang tua harus menjadi best role model kepada anak,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa jantung adversity quotion itu ketika bahagia menghadapi beban. Tidak lagi mengeluh namun menikmati beban dan bersyukur.

Di akhir sesi ibu tiga anak ini mengajak kita semua untuk menanamkan disiplin dan tanggung jawab kepada anak sejak kecil.

“Sebagai orang tua sangat penting bagi kita untuk menanamkan disiplin dan tanggung jawab untuk menghasilkan karakter anak yang tangguh dan militan. Anak kurang pintar, tapi kalau ia memiliki daya juang yang tinggi (AQ tinggi), pada akhirnya akan mampu mengalahkan anak yang ber-IQ tinggi. Anak ber-AQ tinggi merupakan tipe anak climbers, ia tidak akan pernah puas dengan pencapaian prestasi yang sudah diraihnya, ia akan terus mendaki hingga puncaknya prestasinya, tapi bukan dunia, melainkan puncak prestasi di akhirat, yaitu surga,” tuturnya.

Alhamdulillah webinar ini berjalan lancar dan para peserta tampak antusias terlihat dari respon yang diberikan melalui kolom chat zoom dan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan.

Harapannya setelah acara webinar parenting ini para guru dan karyawan dapat lebih semangat dalam mendidik anak agar mampu menjadi generasi tangguh dan tak gampang menyerah.

Penulis : Syahriyanti, S.Pd.,M.Pd.

PDAM Makassar