SUARACELEBES.COM, BONE – Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar angkatan 67 Desa Massenrengpulu (Maspul) telah sukses dalam memaparkan program kerja (Proker) yang akan dijalankan selama melaksanakan KKN selama 45 hari dan kegiatan ini diadakan di Aula Kantor Desa Massenrengpulu, Selasa (12/10/2021).
Batmang, S.Sos.,M.Si selaku Kepala Desa Massenrengpulu mengatakan bahwa KKN ini harus bisa memberikan hal positif dan mengembangkan desa, terutama di bidang ekonomi.
“Harus bisa menyalurkan ilmu dan meninggalkan bekas yang positif dan mengembangkan Desa Massenrengpulu terutama dalam bidang ekonomi,” tuturnya dalam sambutan pemaparan program kerja.
Dia juga mengatakan bahwa Desa Massenrengpulu ini telah memiliki beberapa produk. Namun, secara pemasaran masih belum maksimal.
“Karena di desa massenreng pulu sudah menyediakan beberapa produk seperti teh daun sukun, frozen sukun, tepung ganyong dan lain-lain akan tetapi masih terkendala dalam pemasarannya sehingga belum maksimal dalam proses penjualan di luar Desa Massenrengpulu,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Yuda selaku Ketua Karang Taruna mengatakan mahasiswa yang melaksanakan KKN harus bisa menjadi penggerak dan mengaktifkan kembali masyarakat yang ada di Desa Massenrengpulu.
“Mahasiswa KKN ini adalah seorang penggerak dan berfungsi untuk mengaktifkan kembali masyarakat, seperti kerja bakti serta gotong royong. Dia juga harus membawa perubahan bagi warga desa,” ujar lelaki yang juga menjadi Kepala Dusun Massumpu.
Dia juga mengaku terharu, ketika Mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan 66/67 Desa Massenrengpulu ini sudah memikirkan program apa yang cocok untuk desa sebelum tiba di lokasi dengan mencarinya melalui internet.
“Jujur saya cukup terharu, ketika mendengar mahasiswa sudah memiliki program bayangan sebelum berada di lokasi KKN dengan mencarinya di internet terlebih dahulu. Semoga bisa memberikan yang terbaik buat desa ini,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar angkatan 66/67 Desa Massenrengpulu, Muthia juga berharap agar bisa memasarkan produk-produk yang ada di setiap dusun yang ada disini dan bisa dikenal di masyarakat luar.
“Saya maunya setiap dusun menyebutkan produk-produknya dan mau di jual atau dipasarkan di daerah mana. Supaya anak-anak KKN juga bisa memberikan edukasi atau pemahaman terkait cara pemasarannya, agar produk-produk desa itu bisa lebih dikenal di masyarakat luar, terutama kota-kota besar,” ujarnya kepada media. (Ainun Muhammad)




