banner dprd mkassar

SMP Islam Athirah Makassar Gelar Panen Karya dan Launching Buku Antalogi Karya Siswa Kelas VII

pemprov sulsel

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Dalam rangka projek penguatan profil pelajar pancasila (P5), SMP Islam Athirah Makassar melaksanakan Panen Karya di Auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Jumat (16/06/2023).

Panen Karya kali ini, SMP Islam Athirah Makassar angkat tema “Rekayasa dan Teknologi untuk Membangun Indonesia” yang akan dipadukan dengan penampilan dari para siswa.

Selain dihadiri oleh pimpinan dan guru-guru, kegiatan Panen Karya ini juga menghadirkan orang tua para siswa untuk melihat secara langsung penampilan anak-anaknya.

Dalam sambutannya, Nilamartini, S.Pd, M.M selaku Kepala SMP Islam Athirah Makassar mengatakan bahwa sesungguhnya kegiatan ini harus bisa dilihat langsung oleh orang tua siswa. Karena kehadiran orang tua itu sangat penting, jadi apapun yang ditampilkan oleh anak-anaknya sudah menjadi yang terbaik.

“Jadi terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah menyempatkan diri untuk hadir, guna melihat penampilan dari anak-anak,” ucapnya.

Nilamartini menjelaskan, sekolah juga telah menyiapkan ruang untuk para siswa agar bisa memperlihatkan kemampuan dan kreativitasnya. Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar, hingga selesai.

“Jadi kami mempunyai ruang untuk anak-anak untuk memperlihatkan kemampuannya. Semoga anak-anak ini nantinya bisa melaksanakan kegiatan hingga selesai,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMP Islam Athirah Makassar ini sangat mengapresiasi keterampilan oara siswa yang bisa membuat akun-akun media sosial, bahkan sampai ada yang bisa membuat website.

“Untuk project ketiga ini, mereka sangat luar biasa. Mereka membuat akun-akun media sosial, bukan hanya Instagram, Facebook, dan lain-lain, melainkan juga membuat website yang menampilkan beranekaragam karya dan gambar,” tutur Nilamartini.

Dia juga mengungkapkan, bahwa ada juga beberapa siswa yang mendapatkan serangan secara online di media sosialnya, tetapi para siswa bisa menghadapi hal tersebut.

“Bapak ibu, anak-anak kita banyak yang mengalami sosial medianya di serang. Tetapi, mereka bisa menghadapinya dan itu sangat luar biasa. Intinya kita harus tetap positif thinking dan selalu semangat menghadapi permasalahan yang ada,” jelasnya.

“Terima kasih untuk anak-anak kelas 7 atas karyanya, kalian sangat luar biasa,” lanjutnya.

Sedangkan menurut Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Mas Aman Uppi, M.Pd, yang sangat mengapresiasi penampilan dari siswa kelas 7 yang telah mengimbangi perkembangan teknologi.

“Saya rasa dengan adanya konsep-konsep yang dibuat oleh Sekolah Islam Athirah otu nantinya bisa membawa anak-anak kita bisa memiliki keterampilan dan mempunyai kreativitas. Tak hanya itu, melainkan juga mempunyai akhlak yang baik,” tuturnya.

Dia juga memuji keterampilan para siswa yang sudah bisa membuat website dan mendoakannya agar semua bisa sukses karena para siswa telah memahami literasi digital.

“Anak-anak kita ini sudah sangat baik, soalnya sudah bisa membuat website melalui Canva. Insyaallah anak-anak kita ini, saya yakin akan sukses, karena sudah pintar ber literasi digital,” kata Mas Aman Uppi.

“Saya selalu mensupport kegiatan yang sifatnya terus membawa nilai positif. Jika kegiatan itu tidak membuat anak kita berkembang, harus di cut. Tetapi, jika bisa membuat berkembang, maka akan terus di kawal secara ketat,” lanjutnya.

Mas Aman Uppi juga membuka kegiatan ini dengan mengajak para peserta mengucapkan basmalah untuk membuka kegiatan tersebut.

Sementara itu, Firdayanti Firman, S.Pd, selaku Ketua Panitia Project Ketiga Kurikulum Merdeka mengatakan bahwa kegiatan panen karya ini merupakan puncak akhir dari dari Project Ketiga siswa kelas 7 yang dimulai sejak bulan April.

“Jadi tema ini, anak-anak itu mengambil sub topiknya, yaitu pembuatan konten media sosial yang edukatif. Jadi, tiap kelas itu terbagi menjadi 3 kelompok masing-masing dan mereka diberikan kebebasan untuk memilih tema atau isu untuk membuat kontennya,” kata Firdayanti.

Dia juga mengungkapkan, makanya dari 4 kelas terdiri dari 12 kelompok dengan tema yang beragam. Ada yang fokus di tema Attitude, back to history, dan lain-lain.

“Jadi memang kita tidak mematok anak-anak harus tema apa, itu betul-betul murni dari hasil mereka berdiskusi secara kelompok,” ungkapnya.

Firdayanti juga merasa bersyukur, berkat proses yang dijalani para siswa bisa membuat konten-konten di media sosial, seperti konten di Tiktok, Instagram, bahkan membuat web.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses, banyak anak-anak yang membuat konten, ada yang buat di Tiktok, Instagram, bahkan ada yang buat web,” jelasnya.

Ini adalah launching acaranya yang dirangkaikan dengan launching buku. Launching bukunya sendiri adalah antalogi hasil karya dari siswa kelas 7.

Selain itu, ada 4 stand yang terdiri dari tiap kelas yang memamerkan dan memperlihatkan hasil karya para siswa, serta bisa diakses melalui online.

“Jadi bisa dilihat akun-akun media sosialnya tiap kelas dan juga diberikan brosur. Jadi anak-anak mendesain sendiri brosurnya, proposalnya juga bisa dilihat oleh pengunjung,” jelasnya.

“Bahkan kurikulum merdeka Sekolah Islam Athirah itu kita punya PTMR. Jadi, kelas seni pilihan dan hari ini juga akan ditampilkan. Anak-anak yang menyukai seni musik juga akan tampil, yang memilih seni tari juga akan tampil, sedangkan anak-anak yang mengambil prakarya dan seni rupa juga karyanya akan ditampilkan di stand,” lanjutnya.

Selain penampilan dari siswa, ada juga launching buku yang merupakan hasil karya dari siswa kelas VII. Jadi para siswa naik ke atas panggung dan memperkenalkan hasil karya tulisnya masing-masing.

Sebanyak 27 siswa juga menceritakan sedikit tentang isi dari karya tulisnya yang telah diterbitkan oleh penerbit dan karya ini juga bisa diakses dan dibeli melalui akun dari siswa bersangkutan.

Pemkot Makassar

Call Center PU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *