SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Gerakan Pemuda Membaca Kita Suci (GPMKS), di gelar di Kota Parepare,Jumat (17/11/2017).Kegiatan ini merupakan langkah awal Kementrian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dalam kegiatan keagamaan masing-masing.
Ratusan Pemuda dari sejumlah organisasi keagamaan hadir, selain itu kegiatan juga dihadiri oleh para tokoh agama se-kota Parepare.
Walikota Parepare, HM. Taufan Pawe, dalam sambutannya, yang pada kesempatan ini di wakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mustafa, menyatakan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Walikota, kata Mustafa, merasa bangga di gelarnya acara ini, di Kota Parepare. Gerakan tersebut, kata dia, merupakan positif dan perlu didukung oleh sleuruh pihak.
“Bapak Walikota sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan besar seperti ini. Kegiatan ini harus kita dukung,”katanya.
Mustafa mengemukakan, kegiatan GPMKS sudah sangat tepat digelar di kota Parepare. Parepare merupakan kota yang memiliki tingkat keamanan di atas 90 persen.
Walikota, kata dia, berharap para generasi muda dapat merawat kebhinekaan ini dengan mengamalkan apa yang diajarkan dalam kitab suci masing-masing.
“Karena tidak ada kitab suci yang mengajarkan perpecahan Ummat, namun pasti mengajarkan cinta kasih dan kedamaian. Mari kita jaga kebhinekaan dan kebersamaan ini. Kita harus memahami tentang toleransi keberagaman,”ungkapnya.
Sementara itu, Faisal Abdullah, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dan selaku uni pelaksanaan kegiatan tersebut, mengatakan, gerakan ini banyak hal positif yang dapat dicapai khususnya bagi generasi muda.
”Melalui GPMKS, sisi harmonis dapat tertanam dalam jiwa para pemuda, agar senantiasa menghormati dan memahami ajaran agama masing-masing,”jelasnya.
Dia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009-2015 tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan tiap tahun makin menurun, yakni dari 67,19 persen 2009 ke 51,72 persen 2015.
“Sebenarnya kita merasa sedih dengan angka itu, namun justru kami jadikan kondisi itu sebagai pendorong pemerintah untuk turut ambil andil dalam meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan,”katanya.
Tujuan utama kegiatan ini, tambah dia, yakni bagaimana memupuk kebhinekaan dikalangan pemuda tanpa memandang suku, Ras, dan Agama.
“Kegiatan membaca kitab suci ini diharapkan mampu menjalin persatuan serta tidak terjadi perpecahan antar umat beragama,”ujarnya.(*)










