KEMENKUHAM Gelar Rapat Persoalan Dampak Pernikahan Usia Dini dengan Dinas Terkait di Gorontalo

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, GORONTALO –  Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUHAM) beserta LSM dan juga Dinas – dinas terkait yang ada di Gorontalo, melakukan rapat Dampak perkawinan usia anak terhadap pemenuhan hak anak dalam perspektif HAM. Jumat, (18/06/2021)

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini adalah presentasi hasil penelitian hukum dan HAM di wilayah Gorontalo, yang dimana penelitian ini dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan analisis kebijakan dengan pemanfaatan aplikasi sipkumham (Sistem Informasi Permsalahan Hukum dan HAM).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas PPPA Kota Gorontalo, Kab Bone Bolango, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, Ketua PA Gorontalo, Ketua PA Marisa, Ketua PA Tilamuta, Ketua PA Limboto.

Perkawinan anak adalah bentuk pelanggaran hak anak yang merupakan bagian integral dari HAM (Hak Asasi Manusia). Isu perkawinan anak menjadi topik penting dalam kerangka kerjasama Sustainable Development Goals (SDGs), bahwa seluruh negara dan pemerintah di dunia bersepakat untuk menghapus perkawinan anak pada tahun 2030. Dalam hukum internasional, perkawinan anak sudah ditetapkan sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan. Dalam Konvensi CEDAW Pasal 16 ayat (2) menyatakan bahwa perkawinan anak tidak boleh dinyatakan sah menurut hukum.

Kepala Wilayah Kemenkuham Provinsi Gorontalo, Hantor Sitomorang menginginkan dengan adanya rapat tersebut semua pihak dapat sama – sama bekerja sama dalam mengurangi angka pernikahan usia dini.

“bagaiman kita dapat memperbaiki kemajuan bangsa kalau urusan seperti ini tidak bisa kita selesaikan, kita juga harus merekomendasikan kepada setiap stakeholder khusus pemerintah UU Perkawinan. Kita harus memiliki pencegahan khusus, dan tentunya melibatkan beberapa tokoh baik tokoh agama dan lainnya” ungkap Hantor Sitomorang

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 jam lebih, mulai dari pukul 09.00 – 11.30 secara vituan. (Ajn.Gumohung)

Pemkot Makassar SC
Gorontalo SC