SUARACELEBES.COM, MADINAH- Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menyelenggarakan Forum Pelindungan WNI dan Pencegahan serta Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Madinah. Forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) khususnya di Timur Tengah yang rawan mengalami eksploitasi, kerja paksa, kekerasan, hingga penyekapan.
Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, menekankan tingginya permintaan tenaga kerja domestik di Timur Tengah dan lemahnya perlindungan hukum yang membuat PMI rentan menjadi korban TPPO. Data dari Direktorat Perlindungan WNI Kemlu menunjukkan peningkatan kasus TPPO sebesar 33% dari 2022-2024, mencapai 1.864 kasus.
Tujuan forum ini adalah meningkatkan kapasitas perwakilan RI dalam penanganan TPPO, dari identifikasi korban hingga layanan pemulihan. Koba menegaskan pentingnya kepekaan petugas, integritas, dan keberanian bertindak cepat.
Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron B. Ambary, menyatakan forum ini sebagai momentum memperkuat pemahaman dan kolaborasi lintas sektor. Duta Besar RI Riyadh, Abdul Aziz Ahmad, menekankan perlunya sinergi antarinstansi dalam menangani kasus pekerja migran undocumented yang rentan menjadi korban sindikat ilegal.
Forum diikuti oleh 34 pejabat/staf protokol dan konsuler dari perwakilan RI di Timur Tengah, dengan narasumber dari berbagai kementerian/lembaga dan mitra internasional seperti IOM dan IJM. Pemerintah menargetkan penanganan TPPO yang lebih efektif, beretika, dan sesuai prinsip hak asasi manusia melalui peningkatan kapasitas dan koordinasi lintas negara.









