SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Ada cerita yang tersisa saat Deklarasi Cagub NH-Aziz, Jum’at 17 November 2017 di Lapangan Karebosi Makassar. Di mana saat itu, beberapa kali MC kawakan Doni Kusuma memanggil manggil Wabup Soppeng Supriansa untuk menyampaikan orasi politiknya sebagai Kepala Daerah. Namun, yang bersangkutan tidak muncul ke panggung, padahal ratusan ribu massa yang hadir terlihat telah menanti orasi Supriansa yang dulu pernah bersebrangan dengan Nurdin Halid.
Hal itu terlihat saat MC kembali menyebut nama Supriansa, ratusan ribu massa kembali memberi aplaus namun Supri sapaan akrab Wabup Soppeng tersebut tidak juga naik ke panggung. Rupanya setelah ditelusuri di saat yang bersamaan Supriansa masih berada di kabupaten Soppeng melayani tamu kehormatan Wakapolri Komjen Syafruddin Msi.
Supriansa dalam rangka kunjungan kerja, dikonfirmasi atas ketidak hadirannya, suami Andi Nunu ini mengatakan dirinya sangat berkeinginan untuk hadir ke deklarasi NH tersebut “Andai bisa bagi dua tubuhku maka saya tetap hadiri acara Deklarasi itu” ujarnya berkelakar kepada media di Just Cafe jalan Pettarani Makassar, Minggu (19/17/2017).
Supri mengatakan, andia dia hadir dan sekaligus menyampaikan orasinya maka ia akan menceritakan perjalanan antara dirinya dengan Nurdin Halid di mana pada tahun 1990 an baik dia maupun NH saling lapor di kepolisian. “Singkatnya NH adalah Lawan Yang Tangguh tapi bisa menjadi Teman yang baik dan menyenangkan. Pak NH bisa dijulukin tipe pemimpin di zaman Now karena tidak memiliki rasa dendam sama orang yang pernah memusuhinya” urai aktivis anti korupsi dan anti Narkoba ini.
Sebagai Wabup yang memiliki latar belakang pengacara ini menilai, NH dapat diiandalkan soal keberpihakan penegakkan hukum di Republik ini. Terbukti ketika NH berhadapan dengan Hukum maka dia tidak menggunakan cara – cara yang menjijikkan namun NH menghadapi dengan gentle walau harus mendekam dibalik terali. “NH tetap tegar tanpa harus menutup diri karena keyakinannya bahwa boleh saya salah di mata manusia tapi belum tentu di mata Allah SWT” kata Supri.
Meminjam istilah yang pernah dipopulerkan oleh SYL, “Don’t Look Back” Supri memandang bahwa Nurdin Halid orangnya. “Saya memuji beliau hari ini tanpa harus melihat masa lalunya. Saya tidak menjadikan masa lalunya sebagai alasan untukbtidak menyukainya hari ini” tegas Supri.
Sulawesi Selatan lanjut Supri sebaiknya memberikan apresiasi pada kecemerlangan ide ide NH yang akan membangun Sulsel dari pinggiran atau yang selama ini disebut “Membangun Kampung”.
“Ini sejalan dengan nawacita bapak Presiden Jokowi point ke tiga. Selamat kepada bapak NH Azis semoga paket ini memberi berkah buat sulawesi selatan” Tutup Supriansa, Wabup Soppeng yang terpilih pada tahun 2015 lalu.(*)









