Tim PKM Unisan Introduksi Teknologi Sistem Tanam Rakit Apung Di Pesantren Moosamalati

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, GORONTALO – Kondisi pandemi covid 2019 menyebabkan masyarakat semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga hal ini mendorong masyarakat untuk mampu lebih kreatif dan inovatif dalam memenuhi pangan keluarga. Salah satu kreativitas yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan untuk kegiatan budidaya tanaman hortikultura guna memenuhi kebutuhan pangan.
Melihat potensi pekarangan yang tidak termanfaatkan maka Tim PKM Pengabdian LPPM Universitas Ichsan Gorontalo melakukan menerapkan introduksi teknologi sistem tanam rakit apung di Pesantren Moosamalati Desa Bulongtalangi Barat, Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan ini sendiri bertujuan agar kebutuhan pangan pesantren putra di Desa Bulangtalangi Barat dapat memenuhi kebutuhan sayur mayur melalui pemenuhan pangan secara mandiri selain itu pula memberikan edukasi kepada warga pesantren untuk mengenal kegiatan budidaya pertanian kangkung darat dengan metode rakit apung.

“ Kami melakukan pengabdian di pesantren ini guna mendorong ketahanan pangan bahkan berharap pada akhirnya mampu mencapai kepada kemandirian pangan, sehingga kebutuhan konsumsi warga mampu dipenuhi sendiri. Disisi lain anak-anak pesantren yang ada di sini diharapkan mengenal kegiatan budidaya sehingga mereka memiliki pengetahuan dan keahlian yang sekaligus hobi

“Ungkap I Made Sudiarta selaku Dosen Pertanian yang sekaligus Ketua Tim Pengabdian Masyarakat LPM Universitas Ichsan Gorontalo saat melakukan kegiatan edukasi kepada warga Pesantren sekaligus Panti Asuhan Moosamalati, Jumat (20/08).
Sistem rakit apung sendiri menggunakan media tanam dengan metode hidroponik dengan tempat benih berupa rockwoll yang dilekatkan pada strafoam yang diapungkan di atas pemukaan air di dalam bak yang beralaskan terpal plastik dimana bak penampung terbuat dari bahan baja ringan. Kegiatan ini dihadiri antusias oleh sejumlah pengurus dan siswa pesantren pria berjumlah 40 orang

“ Kami berharap kegiatan ini memberikan ilmu pengetahuan bagi penghuni pesantren bahkan kami harap bukan hanya pelatihan budidaya dan pembuatan rakit apung di bidang pertanian saja tapi juga pelatihan di bidang lainnya” ujar Abdul Rahman Kepala Pesantren dan Panti Putra Moosamalati.

Pemkot Makassar SC
Pangkep SC