SUARACELEBES.COM, JAKARTA — Keluarga besar alumni Pesantren As’adiyah menggelar Hakaqah Nasional As’adiyah di Jakarta. Giat ini menjadi rangkaoan Haul ke-72 AG KH Muhammad As’ad dan menyongsong satu abad As’adiyah.
Hadir, Menag Nasaruddin Umar yang juga merupakan alumni Pesantren As’adiyah. Menurutnya, lembaga pendidikan madrasah atau pondok pesantren banyak melahirkan tokoh monumental yang menjadi panutan bagi perkembangan Indonesia. Mereka layak mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional.
“Seperti Al-allamah Al-Syaikh AGH. Muhammad As’ad selaku pendiri Pesantren As’adiyah,” sebut Menag di Jakarta, Jumat (20/12/2024).
“Madarash dan pondok pesantren telah banyak mencetak generasi bangsa yang multitalenta,” sambungnya.
Dijelaskan Menag, Al-allamah Al-Syaikh AGH. Muhammad As’ad memiliki sejumlah gagasan dalam mengembangkan pendidikan. Gagasan itu adalah mengembangkan pendidikan melalui madrasah dan pengajian kitab kuning yang dibimbing para ulama. “Pengembangan pendanaan lembaga pendidikan bersumber dari zakat yang disalurkan oleh masyarakat,” sebut Menag.
12345 Al-Allamah Al-Syaikh AGH. Muhammad As’ad juga menginginkan lembaga pendidikan di madrasah bebas dari segenap aliran politik dan tidak menekankan ikatan pada salah satu mazhab.
“Sampai sekarang kita semua masih mengenang Al-allamah Al-Syaikh AGH. Muhammad As’ad dari seluruh karya-karya yang ditinggalkan. Begitulah, ketika itu karya teologis pasti akan monumental, dan abadi. Semua yang dibangun dari motivasi teologis dan spiritual, maka itulah yang akan menjadi keajaiban dunia,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Wapres X dan XII, M Jusuf Kalla, yang juga hadir menjelaskan bahwa AG KH Muhammad As’ad meninggal dunia pada umur 44 tahun. Usia itu untuk saat ini masih tergolong muda. Meski demikian, AGH Muhammad As’ad meninggalkan sejarah pendidikan dan masih berwibawa sampai sekarang. Semua itu karena ilmu dan keikhlasan.
“Keteladan ini patut dihargai. Supaya betul-betul santri-santri yang dididik di madrasah dan pesantren mempunyai karakter yang baik. Ilmu harus dikembangkan sedemikian rupa demi untuk kemaslahatan dan kebaikan bersama. Semoga dalam peringatan haul ini, bukan hanya sebagai kenangan, namun dapat mengambil hikmah dan contoh keteladanan,” kata M Jusuf Kalla.
Tampak hadir juga dalam acara ini, Menteri Agama Periode 2001-2004, Said Aqil Husein Al Munawwar, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Umar dan pengurus As’adiyah seluruh Indonesia serta para ulama Sulawesi Selatan.










