SUARACEBES.COM, MAKASSAR – Satu lagi pasien yang terjangkit virus Covid-19 asal Enrekang dinyatakan meninggal dunia, hal ini di umumkan langsung oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Enrekang melalui Juru Bicaranya, Sabtu 23/05/2020.
Juru bicara tim Gugus Tugas Covid-19 Enrekang, Sutrisno membenarkan hal tersebut. Iya, benar kita telah mendapat kabar dari pihak Rumah Sakit Labuang Baji tempat Almarhumah selama ini dirawat.
Diketahui pasien dirawat dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji sejak tanggal 20 Mei lalu setelah dirawat di RSUD Maspul Enrekang.
Pasien yang juga dketahui mengidap penyakit Paru-paru sejak lama ini dinyatakan positif terjangkit Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR Swab test sebanyak 2 kali.
RT-PCR Swab Test dilakukan pada tanggal 10 Mei 2020 dan sampel dikirim pada tanggal 12 Mei 2020 ke BBLK Makassar dan dinyatakan hasil belum bisa dibaca karena tidak sesuai dengan kriteria sampel sehingga harus dilakukan Swab Test ulang.
Pada hari Rabu 15 Mei 2020 pasien tersebut mengalami penurunan kondisi, sehingga hari itu dilakukan Foto Thorax dan hasilnya pasien ternyata mengidap Pneumonia Infiltrat. Dan pada saat itu dilakukan RT-PCR Swab Test ke dua dan langsung dikirim pada hari itu juga ke Laboratorium RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.
“Pada taggal 18 Mei 2020 hasil Swab test ke dua terhadap pasien dinyatakan RT-PCR positif dengan nomor sampel C.20.00874 terjangkit Covid-19.’’
Hingga saat ini sudah ada 2 orang Pasien asal Enrekang yang dinyatakan secara medis positif Covid-19 meninggal dunia dan kedunya berasal dari Kecamatan Alla, ujar Sutrisno.
Sutrisno juga menjelaskan bahwa, pemakaman Almarhumah Baiya asal Desa Mata Allo, Kecamatan Alla tersebut dilaksanakan di Makassar, pemakaman Almarhumah juga dilakukan dengan Protokol Covid-19 sesuai standar WHO dan pemakamannya di ambil alih langsung oleh pihak Rumah Sakit tempat Almarhumah dirawat.
Terpisah , Tim Medis RS Labuang Baji yang dikonfirmasi melalui Whatsapp yang selama ini menangani pasien Baiya menjelaskan bahwa pasien dari pagi mengalami gelisah dan sesak nafas meskipun sudah memakai oksigen. Pada pukul 14:15 pasien tiba-tiba mengalami Apnea Saturasi atau henti nafas dan pada 14:25 pasien Baiya dinyatakan meninggal dunia. (*)










