Jelang Pemilu 2024, KPU Makassar Gelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PPS

Pemprov-Sulsel-SC
PDAM MAKASSAR

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang digelar di Hotel Four Point Makassar, Selasa (24/01/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh 456 peserta yang ada di kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar. Akan tetapi jumlah peserta keseluruhan, ada sekitar kurang lebih 490 orang.

Dalam sambutannya, M Faridl Wajdi selaku Ketua KPU Makassar mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah dilantik, yaitu sebanyak 456 orang dan dia memastikan bahwa di KPU Makassar ini tidak ada istilah bawahan, melainkan sebuah tim.

“Tapi saya mau pastikan kepada teman-teman sekalian, struktur organisasi kita itu tidak menganggap rekan-rekan yang lain sebagai bawahan, melainkan kalian semua adalah sebuah tim,” ujarnya.

Faridl menyebut, satu-satunya PPS yang melibatkan PPK hanyalah KPU Kota Makassar. Jadi kalau terjadi masalah di tingkat PPS, tidak perlu dibawa ke Jakarta. Melainkan, dibawa terlebih dahulu ke KPU kota.

Dia juga menegaskan bahwa para peserta yang lulus sebagai PPS di Pemilu 2024 ini bukan karena koneksinya di KPU Kota Makassar, melainkan memang layak berada disini.

“Saya mau pastikan ke teman-teman sekalian. Kalian semua berada di sini, karena teman-teman memang layak berada disini, bukan karena adanya koneksi dengan KPU,” ujarnya lagi.

“Itulah sebabnya, ketika pelantikan PPK, banyak pertanyaan yang timbul terkait penyeleksian PPK, tetapi kami bisa pastikan pengurus yang ada di PPK adalah orang yang layak,” lanjutnya.

Dia menyampaikan kepada para peserta yang terpilih bahwa awal bulan depan, telah mulai mengambil data-data terkait pemilu pada 2024 mendatang.

“Jadi diharapkan teman-teman harus siap semua. Saya berharap kegiatan atau kerja-kerja Pemilu ini saya tidak mau sangkut pautkan dengan urusan pribadi ataupun keluarga,” jelasnya.

Dia juga mengharapkan agar PPS bisa berkoordinasi dengan tingkat kelurahan dan komunikasi dengan PPK jangan sampai putus.

“Saya berharap teman-teman bisa menjalin koordinasi dengan tingkat kelurahan dan komunikasi dengan PPK jangan sampai putus. Jadi ketika terjadi masalah, harus dulu melalui tingkat kelurahan, lalu ke PPK atau tingkat kecamatan, baru masuk ke kota, tidak ada yang saling melangkahi,” tuturnya.

“Saya dapat informasi, ada yang mau mundur dari PPS karena tidak siap dengan tim kerjanya, saya kasih waktu 5 hari, jika tidak menyatakan siap bekerja, kami akan keluarkan, karena ada banyak cadangan,” tegasnya lagi.

Pangkep SC