SIARACELEBES.COM, MAKASSAR – Seorang karyawati di lingkungan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Sulawesi Selatan, yang identitasnya disamarkan sebagai Melati, mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual verbal yang dilakukan oleh atasannya saat berada di lingkungan kerja.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di kantor BSI Area Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Dr. Ratulangi, Kota Makassar, dan diduga disaksikan oleh sejumlah rekan kerja yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Menurut pengakuan Melati, insiden itu bermula ketika atasannya menanyakan alasan dirinya mengajukan cuti kerja. Ia kemudian menjelaskan bahwa cuti tersebut digunakan untuk menjalani program kehamilan sesuai anjuran dokter.
“Beliau bertanya kenapa saya mau cuti. Saya menjawab karena ingin menjalani program hamil sesuai anjuran dokter,” ungkap Melati saat menceritakan kronologi kejadian, Senin (22/6/2026).
Namun, jawaban tersebut justru direspons dengan kalimat yang menurut korban bernada seksual dan tidak pantas diucapkan dalam lingkungan profesional.
“Memang suami kamu tidak bisa bikin hamil? Kalau memang suami kamu tidak bisa, ini banyak yang bisa kasih hamil kamu,” ujar Melati menirukan ucapan yang diduga dilontarkan atasannya di depan sejumlah rekan kerja.
Ucapan tersebut, lanjutnya, membuat dirinya merasa dipermalukan dan dilecehkan. Ia mengaku mengalami tekanan psikologis yang cukup berat setelah kejadian itu.
“Saya merasa dilecehkan, tertekan, dan malu. Ucapan itu terus terngiang di kepala saya. Akibatnya saya kehilangan semangat bekerja, bahkan program hamil yang sudah saya rencanakan menjadi berantakan karena beban pikiran yang saya alami,” katanya.
Melati berharap manajemen BSI di tingkat pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap laporan yang disampaikannya. Ia meminta adanya pemeriksaan secara objektif serta penindakan yang tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran etika maupun aturan perusahaan.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi kepada karyawan lain. Lingkungan kerja seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh pekerja,” ujarnya.
Sementara itu, sosok yang disebut dalam laporan tersebut, Patria selaku Kepala Area BSI Sulawesi Selatan, telah diupayakan untuk dikonfirmasi oleh pihak media.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, yang bersangkutan sempat menyampaikan bahwa dirinya sedang sibuk dan akan menghubungi kembali.
“Mohon maaf dek, saya lagi sibuk. Sebentar saya telepon balik,” ujarnya singkat.
Namun, setelah menunggu beberapa waktu, pihak redaksi kembali berupaya menghubungi dan mengirimkan pesan melalui WhatsApp. Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi lebih lanjut terkait tudingan tersebut.
Kasus ini pun menjadi sorotan bahkan kini terlah ramai di perbicangkan di media sosial.(*)









