banner dprd mkassar

Pakai Jalur Istana, NA “Tersandera” Kepentingan Pilpres

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Manuver politik yang dilakukan Nurdin Abdullah untuk mendapatkan dukungan partai politik maju di Pilgub Sulsel 2018 mendatang bisa saja berbuah simalakama.

Pasalnya, perburuan parpol yang berada dibarisan pemerintah dengan partai di kubu opisisi bakal menjadi sandungan NA di kemudian hari.

Bahkan Bupati Bantaeng dua periode itu dipastikan tersandera dengan dua pilihan antara mendukung Jokowi atau Prabowo di Pilpres.

Apalagi beredar kabar, NA mulus mendapatkan dukungan parpol lantaran adanya dugaan keterlibatan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dalam melakukan lobi-lobi politik dengan sejumlah pimpinan parpol di pusat.

Ditambah lagi kabar bahwa wakil yang hampir pasti akan mendampingi NA di Pilgub adalah saudara kandung Amran yakni Sudirman Sulaiman yang kini menetap di Singapura.

Pakar Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Suryadi Culla menilai, saling sandera kepentingan memang tidak bisa dihindari dalam komunikasi politik.

“Figur itu kan saling membutuhkan, simbiosis mutualistik, begitu menurut saya. Mereka sama-sama tersandra , karena dua – duanya tidak hanya kepentingan figur, tapi kepentingan partai,” kata Adi Culla, Selasa (26/9/2017)

Apalagi, kata Adi, sampai saat ini NA belum mengantongi rekomendasi partai politik secara resmi.

Begitu juga berkepentingan dengan dukungan partai Gerindra yang mengontrol 11 kursi dan PDIP 5 kursi di DPRD Sulsel.

Olehnya, NA memang harus melakukan lobi ke DPP partai politik secara intens.

“Bisa saja ini akan menjadi batu sandungan NA nantinya jika koalisi kedua parpol ini tidak sejalan,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat politik dari Unismuh, Andi Luhur Priyanto menyebut teka-teki pendamping Nurdin Abdullah (NA) di Pilgub Sulsel makin dinamis.

Pasca beredar wacana bakal meninggalkan Tanribali Lamo (TBL), kali ini NA disebut – sebut bakal menggandeng Sudirman Sulaiman, saudara kandung Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman.

Tidak hanya itu, NA juga intens menjajaki dukungan partai politik, baru – baru ini, Terbukti NA mengembalikan formulir ke DPD Gerindra Sulsel, sementara di beberapa kesempatan dia juga meyakini akan mendapatkan rekomendasi dari partai politik pendukung Joko Widodo.

Andi Luhur mengatakan, model komunikasi NA memang lebih banyak dengan kekuatan istana, baik secara langsung dan tidak langsung.

Pergerakan NA di elit kekuasaan juga di bantu beberapa tokoh nasional.

Dengan citra dan grafik survey yang baik, kata Luhur, tentu menjadi jalan meyakinkan elit kekuasaan.

“Tapi sepertinya NA masih mencari format dukungan untuk memadukan dua kekuatan Pilpres, atau paling tidak memilih salah satunya,” kata Luhur.

Kecenderungan NA masuk dalam lingkaraan sanderaan kepentingan Pilpres terlihat saat melakukan komunikasi ke dua kekuatan partai besar, yakni partai pendukung pemerintah dan partai oposisi.

Luhur yang dikonfirmasi, tidak menampik hal tersebut, hanya memang, dia mengatakan tersandera kepentingan Pilpres tidak sejauh itu.

Dia menilai, untuk kepentingan Pilpres sepertinya bisa relatif cair bagi kubu pendukung Pemerintah.

Bisa saja berkoalisi, partai pendukung pemerintah bisa juga bergabung di partai oposisi.

“Ini bukan komposisi kekuatan Pilpres, lebih di soal – soal komunikasi politik saja,” ucapnya. (*)

PDAM Makassar