Kembali Ratusan Mahasiswa STAIN Unjuk Rasa Tuntut Ketua STAIN Mundur

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, PAREPARE–Ratusan Mahasiswa STAIN Parepare kembali melakukan aksi aksi unjuk rasa di depan Kantor Rektorat Kampus STAIN Senin (26/10/2017).

Aksi itu dilakukan masih terkait masalah kode etik Mahasiswa dan pembatasan kegiatan malam dan dugaan penghinaan status sosial kehidupan mahasiswa yang dilakukan oleh ketua STAIN Parepare, Dr Ahmad S Rustan, M.si,

Aksi itu dilakukan mulai dari gerbang depan STAIN dengan jumlah massa mencapai ratusan dan menggunakan alat peraga berupa pengeras suara dan pamplet yang bertuliskan “TURUNKAN KETUA STAIN” serta membakar sejumlah ban bekas.

” Kami tidak mau dipimpin oleh ketua tak beradab, turunkan ketua stain, dan Bebaskan kami beraspirasi,”seruan Para Aksi Demo.

Aksi ini awalnya dipicu akibat Ketua STAIN Parepare Dr Ahmad S. Rustan, M.si, mendatangi seorang mahasiswa Burhanuddin semester 7 Fakultas Tarbiah Stain Parepare di rumahnya Siwa Kabupaten wajo.

Selain itu perkataan Ketua Stain soal mahasiswa bersangkutan ternyata bukanlah orang kaya diduga membuat ketersinggungan dan sakit hati orang tua mahasiswa tersebut sehingga hal tersebut disampaikan kepada rekan mahasiswa yang lainnya dan itulah yang memicu terjadinya aksi.

Selain itu ada aturan yang dibuat oleh ketua Stain Parepare yang memberlakukan jam malam bagi mahasiswa di kampus sampai pukul 21.00 wita.

Dalam aksi tersebut gabungan aliansi mahasiswa STAIN menuntut agar ketua stain parepare Dr. Ahmad S. Rustan, M.si, mundur dari jabatanya dan sesegera mungkin mencabut larangan jam malam di kampus bagi mahasiswa.

Ketua STAIN sendiri sebelumya membantah mengeluarkan kata kata tidak etis tersebut “tidak mungkin kami pengajar akan mengeluarkan kata kata seperti itu”kata Rustan sembari mengatakan ada oknum mahasiswa yang sengaja memantik isu ini.

Selanjutnya, Aliansi Mahasiswa saat ini sedang menunggu perkembangan dari Kantor rektorat STAIN Parepare, apa bila tidak ada respon maka mahasiswa mengancam akan kembali berunjuk rasa dengan skala yang lebih besar.(*)

Andi Muhammad Fadli
Gerinra Sulawesi Selatan