Kominfo Literasi Digital di Wajo, Sugeng Riadi : Bijak Menggunakan Pay Later Agar Terhindar dari Pemborosan

Pemkot Makassar SC
BAPENDA Makassar SC

SUARACELEBES.COM, WAJO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kali ini dilaksanakan secara virtual pada 26 Oktober 2021 di Wajo, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Jangan Asal Pakai, Bijak Gunakan Pay Later” ini diikuti oleh 301 peserta dari berbagai kalangan.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Entrepreneur dan Digital and Marketing Communication, Hasrul Abdul Azis; Trainer dan Digital Marketing Communication, Diaz Yasin Apriadi; Digital Entrepreneur dan pemilik Tokito.co, Sugeng Riadi; serta narablog dan Beauty Enthusiast, Andi Indah Juliarti. Adapun moderator adalah Jihan Novita. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, sesi materi dibuka dengan paparan dari Hasrul Abdul Azis yang berjudul “Digital Skill (Go Cashless)”. Menurut Hasrul, penggunaan dompet digital dapat meminimalisasi transaksi yang tidak aman. “Pilih dompet digital yang bisa diandalkan, terpercaya, dan terdaftar di OJK. Ada juga yang sudah punya fitur keamanan khusus seperti Protection,” jelas dia.

Beranjak ke pembicara selanjutnya, Andi Indah Juliarti membawakan materi dengan topik “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Dia menjelaskan, transaksi digital perlu diatur agar setiap transaksi berjalan dengan baik dan terhindar dari risiko penyalahgunaan. “Agar aman saat bertransaksi, lakukan verifikasi dua langkah yang fungsinya mengamankan akun dari berbagai kejahatan digital seperti peretasan,” saran Indah.

Sebagai pemateri ketiga, Diaz Yasin Apriadi membawakan tema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Diaz membagikan cara aman bertransaksi daring, antara lain mengaktifkan notifikasi transaksi, menghilangkan jejak keuangan, dan memastikan aplikasi bank resmi. “Beberapa bank juga menyediakan layanan kontrol dan peringatan jika identitas Anda digunakan tanpa sepengetahuan Anda,” paparnya.

Adapun, Sugeng Riadi sebagai pemateri terakhir, menyampaikan topik “Fitur Pay Later sebagai Transaksi Berbasis Online Baru: Amankah?”. Menurut dia, bahaya PayLater adalah karena konsepnya “beli sekarang bayar nanti”, sehingga berpotensi pemborosan dan menambah utang. “Bijaklah dalam menggunakan PayLater. Tentukan kebutuhan, pertimbangkan bunga dan dendanya, ukur kemampuan membayar, serta membaca syarat dan ketentuan,” urainya.

Setelah pemaparan semua materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

““Bagaimana cara mengatasi pemborosan dan ancaman keamanan saat menggunakan Pay Later?” tanya Mawarni, salah seorang peserta kegiatan. Sugeng Riadi menegaskan, semuanya tergantung dan kembali lagi ke diri kita dalam mengontrol belanja. “Jangan sampai karena ada promo, kita langsung beli. Beli produk yang memang dibutuhkan saja,” tandasnya.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Perumda Parkir Makassar
Pangkep SC