banner dprd mkassar

Pengamat Politik Asratillah: Menjaga Kondusivitas di Tengah Dinamika Politik adalah Tanggung Jawab Bersama

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Pengamat Politik Sulawesi Selatan, Asratillah, menegaskan bahwa menjaga kondusivitas di tengah dinamika dan ketegangan politik saat ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, perbedaan pandangan, pilihan politik, maupun kepentingan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola secara dewasa agar tidak berkembang menjadi konflik sosial yang merusak persaudaraan dan persatuan masyarakat.

“Demokrasi membutuhkan ruang bagi kritik dan perbedaan pendapat, tetapi juga menuntut tanggung jawab dalam menyampaikan sikap dan mengekspresikan pandangan,” ujar Asratillah.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi, pernyataan, maupun narasi yang berpotensi memperkeruh suasana. Dalam situasi politik yang sensitif, informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Karena itu, kita perlu menahan diri, tidak terburu-buru bereaksi, serta menghindari penyebaran konten yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai perbedaan kepentingan politik dimanfaatkan untuk membangun permusuhan di antara sesama warga,” tegasnya.

Asratillah juga mengingatkan masyarakat untuk membiasakan diri melihat setiap informasi secara jernih, kritis, dan proporsional. Periksa sumber berita, telusuri konteks pernyataan, bandingkan dengan sumber lain yang kredibel, serta bedakan antara fakta, opini, dan dugaan.

“Jangan mudah percaya hanya karena sebuah informasi sesuai dengan pandangan atau pilihan politik kita. Kedewasaan berdemokrasi justru terlihat dari kemampuan seseorang untuk menguji informasi secara objektif, menerima koreksi, dan tidak membiarkan emosi mengalahkan akal sehat,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Asratillah menekankan bahwa menjaga kondusivitas bukan berarti membungkam kritik atau menghindari perbedaan, melainkan memastikan semua perbedaan disampaikan melalui cara-cara yang damai, rasional, dan bertanggung jawab.

Para elite politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan juga diharapkan mengedepankan komunikasi yang menyejukkan serta tidak menggunakan sentimen yang dapat mempertajam polarisasi.

“Kita harus menempatkan kepentingan bangsa dan keutuhan masyarakat di atas kepentingan kelompok. Jangan biarkan perbedaan politik memutus persaudaraan, sebab kontestasi politik memiliki batas waktu, sedangkan kehidupan bermasyarakat dan kebangsaan harus terus berjalan,” pungkasnya.

PDAM Makassar