SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Selesai meninjau Waduk Bili Bili dan jembatan Bili Bili dua, Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat koordinasi Penaggulangan Banjir dan tanah longsor di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Urip Sumoharjo No.269, Makassar, Minggu (27/1)
Mengawali rapat, Wapres mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa provinsi Sulawesi Selatan.
Kepada awak media Wapres mengungkapkan bahwa ia ingin melihat secara langsung dampak dari bencana banjir dan tanah longsor serta programnya dalam membantu korban yang selamat dan yang meninggal agar segera di tangani dengan baik.
“Pertama saya ingin melihat apa yang terjadi, karena itu maka program yang segera ialah membantu korban yang meninggal. Dari Kementerian Sosial akan segera menbantu santunan,” ujarnya.
Selanjutnya, Wapres mengintruksikan agar fasilitas umum segera di perbaiki.
“Kedua, semua fasilitas umum dari jembatan akan segera diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat dan itu bersama-sama pak Gubernur,” ucapnya.
Dalam keterangan persnya Wapres juga mengintruksikan agar lahan konservasi hutan yang kini berubah menjadi lahan perkebunan agar dikembalikan lagi, namun tetap memiliki nilai ekonomi, seperti menanam tanaman keras di hulunya.
“Ketiga, ini masalah dua hal. masalah cuaca yang tentu tidak bisa kita kontrol, tetapi yang terjadi adalah kerusakan di hulu, kerusakan di Daerah Aliran Sungai ( DAS) Bawakaraeng. Karena itu maka harus kita perbaiki baik. Secara aturan siapa yang melanggar, yang bikin katakanlah taman-teman yang tidak sesuai untuk dicabut. kedua daerah-daerah yang ketinggian tetap ditanami tanaman yang bisa menimbulkan longsor kayak jagung kayak apa itu akan diusahakan diganti dengan tanaman keras yang membantu lingkungan. Nanti Gubernur dan BNPB tentu akan membantu. Kemudian kerusakan-kerusakan yang terjadi pada masyarakat akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada,” terangnya.
Soal target, Wapres menuturkan bahwa ini membutuhkan waktu lama, perbaikan itu kira-kira memakan waktu sekitar 3 tahun. Karena itu, lanjutnya penanaman bibit harus di lakukan mulai dari sekarang.
“Pak Gubernur, BNPB dan dari Kehutanan (Kenentetian Kehutanan) nanti tentu sama-sama akan memperbaiki lingkungan Desa Bawakaraeng itu,” tegasnya.
Dalam rapat, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memberikan kesempatan kepada para Bupatinya untuk memaparkan kondisi aktual daerahnya akibat banjir dan tanah kongsor.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Walikota Makasar Muhamad Romadhan Ponanta serta Bupati Maros M. Hatta Rahman masing-masing menjelaskan kondisi daerahnya masing-masing.
Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di tempat yang terpisah menjelaskan percepatan pembangunan Jembatan Je’ne latta yang rusak akibat banjir bandang.
“Kalau jembatan yang baru mau kita kerjakan jembatan yang Jene’latta itu. Untuk sementara akan bikin jembatan bally karena masyarakat lewat terus,” katanya.
Sedangkan detail desain (bendungan) Je’ne latta, Basuki menjekaskan bahwa dengan kapasitas 200 jt meter kubik. Anggaran kira2 Rp 1,4 triliun.
Kemudian Kepala BNPB dalam rapat mengusulkan agar di bentuk tim bersama untuk menghitung kerusakan rumah masyarakat dengan katagori rusak ringan, sefang dan berat sehingga daoat di jadikan panduan untuk membantu masyarakat.
Selain itu Jenderal bintang tiga Angkatan Darat akan melakukan penanganan Bawakaraeng revitalisasi DAS alih fungsi.
“Membentuk organisasi struktur yang dipimpin oleh Gubernur dibantu Pangdam dan Kapolda serta Tim Pakar untuk memberi masukan jenis tanaman yang dibutuhkan,” paparnya.
Peninjauan Waduk Bili Bili dan Jembatan Bisolo
Setibanya di Makassar, Wapres dan rombongan langsung meninjau Waduk Bili-Bili yang letaknya kurang lebih 30 KM sebelah Timur Kota Makassar, Desa Romangloe, Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu 27/1.
Disini Wapres mendengar paparan dari Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi dari mulai penjeladan data umum pembangunan Bendungan Bili Biki, Data Teknis, Hubungan antara ekevasi Air waduk, Debit dan bukaan pintu, laporan curah hujan 21-23 Jan 2019 hingga kronologis kenaikan tinggi muka air bendungan Bili Bili.
Pada kesempatan tersebut, Wapres sempat menilai bahwa ada kerusakan di gunung bawakaraeng kabupaten Gowa yang merupakan hulu dari bendungan yang di bangun tahun 1991 hingga 1999.
“Dari pandangan mata saja air sdh coklat berarti di hulunya sudah rusak,” ujarnya menanggapi paparan dari Suprayogi.
Sebagi informasi, Bendungan Bili-Bili yang berada di di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan Tinggi Muka Air (TMA) bendungan yang diakibatkan oleh curah hujan ekstrem yang terjadi sejak Senin malam (21/1/2019) di Kabupaten Gowa dan sekitarnya
Sementara bendungan Bili-Bili yang di bangun di iatas areal 40.000 hektar pada tahun 1991 dan selesai tahun 1999 itu, memiliki kapasitas sekitar 375 juta meter kubik.
Setelah itu, Wapres dan rombongan meninjau Jembatan Jembatan Bisolo di Je’nelata desa manuju Kecamatan Parang Loe yang terputus
Usai rapat di kantor Gubernur, Wapres dan rombongan menuju Pangkalan Udara TNI AU Hasanuddin Makassar untuk kembali ke Jakarta persiapan untuk menghadiri peresmian pembukaan Rakornas Muslimat NU di Hotel Atlet Senayan Jakarta malam ini.
Tampak hadir dalam rapat iantaranya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Soeharso Monoarfa, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Infornasi Husain Abdullah dan Staf Khusus Wapres M. Abduh, Tim Ahli Wapres M. Ikhsan serta Iskandar Mandji serta para bupati dan Walikota se Sulawesi Selatan.(*)



