DLHK Gorontalo Rangkul Praktisi dan Masyarakat Tangani Sampah Melalui Konsep 3R

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, GORONTALO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang dilaksanakan Kamis (27/05) di Aula Pertemuan KBIHU Al Harmain, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan ini dihadiri oleh pemerhati lingkungan, akademisi, tokoh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, dan masyarakat Desa Litohe.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi penanganan sampah yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan di Provinsi Gorontalo

” Kegiatan ini dilaksanakan tiap tahun walaupun indeks kualitas lingkungan hidup sudah cukup baik namun tata pengelolaan masih menggunakan pola lama, harusnya sampah diproses dengan konsep 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) sehingga sampah yang masuk sedikit, namun TPA (Tempat Pembuangan Akhir) juga bermasalah karena kapasitas penampungan juga terbatas sehingga diharapkan sampah yang di bawah sudah terdaur ulang karena jumlah sampah yg dihasilkan di Kabupaten Bone Bolango hingga mencapai 67 Ton/tahun.” Ungkap Nasrudin S.KM, M.Si pengkajian dan penataan lingkungan DLHK Provinsi Gorontalo.

Nasruddin menambahkan bahwa data laju timbunan sampah di Provinsi Gorontalo pada tahun 2020 mencapai 198.032 Ton/tahun dengan jumlah harian mencapai 543 ton/hari dimana pengurangan laju timbunan sampah mencapai 22% atau 45.567 Ton/tahun, sedangkan penanganan laju timbunan sampah sebesar 75% atau 148,524 Ton/tahun.
Target pengurangan sampah di Kabupaten Bone Bolango sendiri dan beberapa daerah di Provinsi Gorontalo ditargetkan dimulai dari tahun 2018 hingga 2025 melalui sistem 3R mulai dari pemilahan hingga proses akhir.

Pengelolaan sampah yang tidak tepat penampungan, pembakaran, dan pengelolaan yang tidak sesuai malah menyebabkan problema bagi lingkungan dan kesehatan.
Salah seorang akademisi Universitas Ichsan Gorontalo Syaiful Pakaya,S.E., M.M yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa permasalahan sampah merupakan masalah yang harus segera ditangani mengingat bahwa jumlah sampah yang semakin menumpuk akan menyebabkan masa guna TPS berkurang disisi lain sampah ini mampu dikelola menjadi sumber pemasukan bagi desa dan pengelola.

“Sampah mampu diolah dan memberikan nilai tambah bagi desa namun perlu dukungan semua pihak baik dari masyarakat, pemerintah desa dan pengelola sehingga sinergi yang terbangun mampu mengatasi persoalan jumlah sampah yang menumpuk melalui konsep 3R sehingga sampah organik dan organik mampu diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi, “ Ujar Syaiful Pakaya, M.M saat memberikan gambaran manajemen pengelolaan sampah pada TPS Desa Dutohe Barat.(iqbal).(*)

Pemkot Makassar SC