SUARACELEBES.COM, TAKALAR — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar, Achmad Rivai, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di pelataran Kantor Bupati Takalar, Rabu (28/10/2026).
Upacara tersebut menjadi kali pertama Achmad Rivai memimpin peringatan Hari Sumpah Pemuda sejak menjabat sebagai Sekda Takalar. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat berdasarkan Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Nomor 10.14.19 Tahun 2026.
Upacara dihadiri Ketua DPRD Takalar, H. Muhammad Rijal, jajaran TNI dari Kodim 1426 Takalar, personel Polres Takalar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.
Sementara itu, pembacaan ikrar Sumpah Pemuda dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris KNPI Takalar, Muhammad Kasim, yang juga merupakan mantan Ketua HMI Komisariat Takalar.
Dalam amanatnya, Achmad Rivai menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum bersejarah tersebut harus menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat komitmen kebangsaan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928.
“Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah dinamika zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Achmad Rivai.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini mengusung tema nasional, “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia.”
Tema tersebut menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang mencintai tanah air, tangguh menghadapi tantangan, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Dalam amanat tersebut, patriotisme generasi muda masa kini tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga lewat dedikasi, kejujuran, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Generasi muda juga didorong untuk terus belajar, pantang menyerah, serta mengembangkan inovasi dan kemampuan dalam penguasaan teknologi. Selain itu, literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting agar pemuda mampu menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Aspek empati turut menjadi perhatian dalam membangun karakter pemuda. Kemajuan teknologi dan persaingan global perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap sesama, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan yang inklusif.
“Pemuda Indonesia harus berani bermimpi besar, tidak takut menghadapi kegagalan, dan mengambil peran aktif dalam menghadirkan perubahan sosial yang positif,” demikian pesan Presiden yang disampaikan melalui amanat peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi dan kreativitas generasi muda agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Di Kabupaten Takalar, peringatan Sumpah Pemuda diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, semangat perjuangan, dan kepedulian sosial dalam menghadapi tantangan masa depan.
Semangat yang lahir pada 1928 diharapkan tidak berhenti pada upacara peringatan, tetapi diwujudkan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun Indonesia.
Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi turut mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.









