SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Kemenangan Timnas Indonesia U-22 atas lawannya di partai final yakni Thailand dengan skor akhir 5-2 beberapa waktu lalu diwarnai kericuhan.
Kericuhan itu berawal dari aksi Ramadhan Sananta yang melakukan selebrasi ke area teknik Thailand saat mencetak gol yang keduanya.
Namun saat Thailand menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit akhir laga, giliran pemain dan ofisial Thailand yang selebrasi ke area teknik Indonesia.
Puncaknya, saat Indonesia mencetak gol pada babak tambahan waktu, bentrok pun pecah. Pemain dan ofisial Indonesia terlibat aksi saling pukul, dorong, dan tendang. Pada akhirnya Indonesia menang dengan skor 5-2.
Atas kejadian tersebut, Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) meminta maaf. FAT bahkan menjatuhi sanksi para pelatih dan pemain dengan larangan berkecimpung di sepak bola dengan durasi tertentu.
Sementara itu hal yang beda dilakukan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada official hingga pemain Timnas Indonesia U-22.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan tak akan memberi hukuman kepada pemain, pelatih, dan ofisial Timnas Indonesia U-22 yang ribut dalam laga final SEA Games 2023.
Menurutnya Thailand yang melakukan provokasi keributan tersebut. Atas alasan itu Erick tak akan memberi sanksi ke pemain.
“Yang diintervensi kita kok, kenapa kita harus hukum diri kita. Begitu. Ya, tentu kita akan ada koreksi. Yang pertama didatangi kita kok, dan itu tindakan provokasi yang ada bisa ditolerir, ada yang tidak,” kata Erick dikutop dari CNNindonesia
Soal kebijakan Thailand yang menghukum pemainnya, itu dianggap sebagai wilayah FAT. PSSI sangat menghormati kebijakan FAT dan tak ingin ikut campur. Dalam hal ini PSSI punya kebijakan sendiri.









