banner dprd mkassar
DAERAH  

Opini : Kenaikan PPN 12 Persen dan Dampaknya bagi Masyarakat Gorontalo

Oleh : Ramansyah, S.Sos.,M.I.Kom,
Akademisi UNG dan Praktisi Media

SUARACELEBES.COM, GORONTALO – Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang direncanakan pemerintah menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat, termasuk di Gorontalo. Dari perspektif akademisi, kebijakan ini perlu dilihat secara holistik, mencakup tujuan jangka panjang pemerintah, dampaknya pada ekonomi masyarakat lokal, dan alternatif yang dapat diambil untuk mengurangi beban kelompok rentan.

Landasan Kebijakan
Peningkatan tarif PPN biasanya dilakukan pemerintah untuk memperkuat pendapatan negara. Dalam konteks pasca-pandemi, langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan daya tahan fiskal, dan membiayai program pembangunan. Namun, seperti kebijakan fiskal lainnya, dampaknya perlu ditelaah lebih rinci pada kelompok masyarakat yang beragam, khususnya di daerah dengan tingkat pendapatan yang cenderung lebih rendah seperti Gorontalo.

Dampak Ekonomi Lokal
Gorontalo dikenal sebagai provinsi dengan mayoritas masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian, perdagangan kecil, dan UMKM. Naiknya tarif PPN dapat memberikan beberapa dampak berikut:

1. Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Dengan naiknya PPN, harga barang kebutuhan pokok dan jasa berpotensi meningkat. Meskipun bahan pokok tertentu seperti beras atau gula mungkin dikecualikan dari PPN, banyak barang konsumsi sehari-hari yang tetap terkena pajak. Ini dapat mengurangi daya beli masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah.

2. Beban bagi Pelaku UMKM
UMKM di Gorontalo, yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, mungkin menghadapi tekanan tambahan. Selain harus menyesuaikan harga jual, mereka juga perlu mengatur sistem pelaporan pajak yang lebih kompleks. Dalam jangka panjang, ini dapat menghambat pertumbuhan bisnis kecil.

3. Kesenjangan Ekonomi
Masyarakat berpenghasilan rendah akan merasakan dampak lebih signifikan dibandingkan kelas menengah ke atas, memperbesar risiko kesenjangan ekonomi.

Rekomendasi Kebijakan
Untuk memitigasi dampak ini, beberapa langkah dapat dipertimbangkan:
1. Subsidi yang Tepat Sasaran
Pemerintah perlu memastikan subsidi atau bantuan sosial tetap berjalan dengan tepat sasaran, khususnya untuk bahan kebutuhan pokok.
2. Fasilitasi UMKM
Memberikan pelatihan dan bantuan teknis bagi UMKM untuk memahami perubahan kebijakan pajak serta cara beradaptasi dapat membantu sektor ini tetap tumbuh.
3. Komunikasi Publik yang Efektif
Pemerintah harus transparan dalam menjelaskan tujuan kenaikan PPN ini, terutama manfaat jangka panjangnya bagi pembangunan daerah seperti Gorontalo. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kontribusi pajak bagi negara.

Kesimpulan
Kenaikan PPN menjadi 12% adalah langkah strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat pendapatan negara. Namun, dampaknya bagi masyarakat Gorontalo harus dikelola secara hati-hati. Dengan pendekatan yang inklusif, seperti pemberian subsidi, fasilitasi UMKM, dan penguatan komunikasi publik, kebijakan ini dapat berjalan lebih efektif tanpa menimbulkan gejolak sosial yang signifikan. Sebagai akademisi, saya percaya pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan ini bersama.

PDAM Makassar