banner dprd mkassar
Sidrap  

Tangan Dingin RMS Dibalik Lahirnya PLTB Sidrap

SUARACELEBES.COM, SIDRAP – Siapa yang menyangka jika Kabupaten Sidrap yang selama ini terkenal melalui hamparan sawahnya justru memiliki anugrah angin yang hanya terdapat di daerah itu, tak ada di daerah lain Indonesia.   Oleh karena anugrah angin itulah sehingga Sidrap kini sedang dalam tahap perampungan, mencetak sejarahnya di lembaran dunia sebagai kabupaten yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), pertama di Indonesia.

PicsArt_10-06-11.22.16

“ini terobosan baru dari seorang bupati yang memiliko visioner seperti bupati Sidrap”  cerita Anwar Lasapa pengamat Energi Lingkungan. Anwar selama ini getol menyoroti persoalan lingkungan di tanah air apalago jika proyek tersebut tak ramah lingkungan. Namun PLTB Sidrap, Anwar meyakini sebagai proyek keterbarukan yang ramagg lingkungan dalam bidang kelistrikan.  Banyak yang tak tau, jika di daerah penghasil beras itu akan tercipta satu peradaban baru di indonesia sebab bupati nya lebih memilih diam, tak ada hiruk pikuk apalagi memasang iklan gede di media media. Berbeda dengan kepala daerah dan walikota lain, baru sebatas MOU dan rancangan langsung memasang iklan di media.

“Lama sekali saya jaga dan rawat investor dari UPC itu. Bahkan selama setahun lebih saya bolak balik dari kantor ke lokasi. Berbaur dengan masyarakat serta meyakinkan masyarakat bahwa proyek ini pentinh bagi kita semua” cerita RMS saat pertamakali investor UPC mulai menggarap lahan kering di perbukitan kecamatan Watang Pulu.  Sebagai Bupati Sidrap, Rusdi Masse harus menjaga agar tak ada riak riak atau penolakan dari warga. “Kita kan tau kalau investor asing. Sedikit saja dapat halangan atau gangguan langsung kabur. Makanya saya tongkrongi kawasan itu. Saya sendiri bersama teman teman” lanjut RMS. Usai menjaga dari segi keamanan, rupanya kata RMS belum sampai di situ juga.  Sebab yang namanya Investor lanjut RMS apalagi dengan investasi trilyunan maka pengawalan dan pelayanan harus lebih diutamakan juga. Untuk itulah setiap saat RMS bersama Sekda nya yang saat ini setiap bulan menemui pihak UPC di Jakarta. Mereka mendiskusikan apa yang menjadi hambatan serta progress pembangunan tenaga angin ini.

RMS bercerita, pertama kali dirinya bertemu dengan investor tersebut bersama Sudirman Bungi yang kini menjadi Sekda Pemda Sidrap. Dalam pertemuan itu, pihak UPC memaparkan hasil survey nya yang telah berlangsung setahun lamanya. Survey tersebut menemukan hasil yang tak disangka  baik UPC maupun Pemda Sidrap.  Di mana kecepatan angin selama 24 jam itu tetal stabil pada angka 8,2 persecond dan ini tidak dijumpai di daerah manapun. Sebab kecepatan angin itu stabil dan konstan, tidak pernah turun dari angka minimal suatu persyaratan perputaran baling baling.

Usai melakukan kesepakatan, RMS lalu membawa pihak UPC menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasien Limpo. Gayung bersambut, SYL pun tak mempersoallan bahkan membantu Pemda Sidrap mempercepat urusan tersebut melalui pemerintah Sidrap. “Ini akan menjadi land mark baru bagi Sulawesi Selatan” ujar SYL saat meninjau progres pembangunan PLTB Sidrap.

Meski proses MOU telah rampung namun RMS lebih memilih diam. Ini sangat berbeda dibanding kepala daerah lain atau walikota sekalipun. Walaupun masih tahap MOU, namun telah meramaikan di media hingga media sosial.(*)

PDAM Makassar