SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan sistem transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sejumlah inisiatif telah diluncurkan, mulai dari pengoperasian bus sekolah listrik gratis, peresmian taksi listrik Green SM, hingga rencana alih kendaraan dinas menjadi kendaraan listrik pada 2026 mendatang.
Salah satu langkah konkret yang kini telah berjalan adalah penyediaan layanan bus sekolah listrik gratis bagi pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga para guru. Program ini telah berjalan sejak Juni 2025 dan mencakup lima koridor utama di Kota Makassar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa layanan ini bukan hanya solusi transportasi, tetapi juga bagian dari strategi pengurangan emisi dan kemacetan.
“Transportasi berbasis listrik adalah bagian dari masa depan yang ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan. Layanan ini juga jadi solusi mengurai kemacetan yang masih terjadi di berbagai kota, termasuk Makassar,” ujarnya.
Selain bus sekolah, Makassar juga mencatat sejarah baru pada 15 September 2025 dengan diresmikannya taksi listrik Green SM, layanan taksi modern pertama berbasis listrik di Sulawesi Selatan.
Kehadiran Green SM diharapkan mampu memperkuat ekosistem transportasi yang lebih bersih dan efisien. Selain mendukung program pengurangan emisi karbon, layanan ini juga menghadirkan kenyamanan dan efisiensi transportasi bagi warga.
“Dengan adanya Green SM, kita tidak hanya berbicara tentang inovasi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap lingkungan dan peningkatan kualitas udara di Kota Makassar,” tambah Muhammad Rheza.
Transformasi transportasi di Makassar tak berhenti sampai di situ. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa mulai tahun 2026, seluruh kendaraan dinas bagi pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dialihkan dari bahan bakar fosil ke kendaraan listrik berbasis baterai.
Kebijakan ini akan menggunakan skema sewa empat tahun, sehingga biaya pemeliharaan ditanggung oleh penyedia.
“Mulai tahun 2026, Pemkot tidak lagi membeli mobil dinas. Kita pakai skema sewa, dan ini sudah dianggarkan,” tegas Wali Kota Munafri.
Dengan serangkaian langkah progresif ini, Kota Makassar mempertegas posisinya sebagai kota pelopor dalam implementasi transportasi ramah lingkungan di Indonesia.









