banner dprd mkassar
Sidrap  

Sidrap Nomor Satu di Sulsel, Pertumbuhan Ekonomi 7,71 Persen pada 2025, Bantaeng Terendah 2,56 Persen

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan ekonomi bagi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sidrap mencapai 7,71 persen—tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus tertinggi dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2021, pertumbuhan ekonomi Sidrap tercatat 5,54 persen, lalu melambat menjadi 4,86 persen pada 2022 dan 3,28 persen pada 2023. Tren positif mulai terlihat pada 2024 dengan angka 4,05 persen sebelum akhirnya melesat tajam pada 2025.

Tak hanya mencatat rekor internal, angka 7,71 persen juga menempatkan Sidrap di posisi teratas se-Sulsel. Sidrap melampaui Kabupaten Luwu (7,43 persen), Kabupaten Wajo 7,16 persen), dan Kabupaten Gowa (7,04 persen). Sementara terendah petumbuhan ekonomo terendah, Kabupaten Bantaeng apa pada angka (2,56 persen)

Akselerasi ini tak lepas dari penguatan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Syahruddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah melalui visi Sidrap Maju dan Sejahtera.

Sebanyak 14 program unggulan digerakkan secara simultan dan menyentuh berbagai sektor strategis, di antaranya, BPJS Kesehatan Gratis, Pendidikan Unggul, Pupuk Lancar, Listrik Masuk Sawah, Harga Komoditas Stabil, Peternakan dan Perikanan Sukses, UMKM Maju, Tersedianya Lapangan Kerja, Jalan Mulus, Sidrap Aman dan Religius, Anak-anak Sidrap Sehat, Pengembangan Wirausaha Generasi Z dan Milenial, ASN/Perangkat Desa Sejahtera dan Sidrap Bersih dan Tangguh Bencana

Program-program tersebut memperkuat fondasi ekonomi daerah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pengembangan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Sidrap.

Pertumbuhan 7,71 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan meningkatnya produktivitas, daya beli masyarakat, dan stabilitas ekonomi daerah. Infrastruktur yang terus dibenahi, dukungan terhadap petani dan pelaku usaha, serta perluasan lapangan kerja menjadi faktor pendorong utama akselerasi ini.

Dengan tren positif tersebut, Sidrap kini dipandang sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pertumbuhan agar tetap inklusif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.(*)

PDAM Makassar