SUARACELEBES.COM, SEMARANG – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla berharap kepengurusan baru PMI Provinsi Jawa Tengah periode 2026-2031 dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kemanusiaan, terutama dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai melantik Haryanto sebagai Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026-2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Jusuf Kalla mengatakan pergantian kepengurusan merupakan bagian dari regenerasi organisasi setelah masa bakti sebelumnya berakhir selama lima tahun. Ia berharap kepengurusan baru mampu membuat PMI semakin cepat dalam merespons persoalan masyarakat.
“Ini sudah sampai lima tahun, sehingga ada pergantian pengurus baru. Kita harap ini akan lebih efektif, khususnya meningkatkan pelayanan PMI di Jawa Tengah,” ujar Jusuf Kalla.
Menurut JK, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, hingga gempa membutuhkan kesiapsiagaan dan respons cepat dari PMI.
“Kalau ada masalah masyarakat, ada bencana, itu lebih cepat. Memang semua bencana harus dibantu, apakah banjir, kekeringan, maupun gempa. PMI selalu aktif di mana pun di Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan PMI Jawa Tengah saat ini telah memiliki berbagai kesiapan, mulai dari persediaan logistik, pelatihan relawan, hingga kegiatan tanggap darurat untuk menghadapi situasi bencana.
“Di sini sudah ada persediaan logistik, ada pendidikan untuk relawan-relawan, dan kegiatan relawan. Lengkap di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung hingga akhir tahun, JK memastikan PMI siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak, terutama akibat kekurangan air bersih.
“PMI siap sampai akhir tahun melayani masyarakat. Operasional tangki air dan bantuan kekeringan terus berjalan. Semua daerah yang membutuhkan air bersih, PMI siap membantu,” tegasnya.
Jusuf Kalla menyebut distribusi bantuan air bersih telah dilakukan sejak bulan sebelumnya. Program tersebut menjadi bagian dari upaya PMI membantu masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
“Sudah didistribusikan, sejak bulan lalu sudah berjalan,” ujarnya.
JK juga menyoroti bahwa persoalan iklim tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara di dunia juga menghadapi dampak perubahan iklim berupa kekeringan dan kebakaran hutan.
“Di dunia barat juga ada kekeringan. Kebakaran hutan terjadi di Spanyol, Prancis, dan Amerika. Mereka juga punya masalah besar soal iklim ini,” kata JK.
Ia menegaskan PMI akan terus memperkuat kesiapsiagaan agar mampu membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan akibat bencana alam.









