banner dprd mkassar

Kartu Anggota dan Pesan Jokowi dari Bandung

Oleh ; Muhammad Surya (Sekretaris Dewan Pakar DPP PSI)

SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo memunculkan kartu anggota sebagai bagian dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Bandung, Jawa Barat. Bukan panggung nasional di Jakarta. Tetapi kartu anggota yang ditunjukkannya justru membuat forum PSI di Bandung berubah menjadi perhatian nasional.

Pada Rakorda PSI Kota Bandung, Sabtu, 26 September 2026, Jokowi menyatakan secara terbuka bahwa dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Bahkan menunjukkan KTA dan membacakan nomor keanggotaannya di hadapan kader.
Dan tidak ada pidato panjang untuk menjelaskan status tersebut.

Sebuah kartu anggota menjadi pertanda bahwa perjalanan yang selama ini banyak diperbincangkan akhirnya disampaikan sendiri oleh Jokowi.

Namun, tentu kartu itu tidak hanya berbicara mengenai status keanggotaan. Pasti ada pesan lain yang ikut muncul dari Bandung.

Bagi PSI, masuknya seorang mantan orang nomor satu di RI ke dalam struktur partai membawa konsekuensi organisasi. Kehadiran Jokowi tidak cukup menjadi simbol atau daya tarik politik. Energi tersebut harus diterjemahkan ke dalam penguatan struktur, kaderisasi dan kerja nyata di masyarakat. Ini memperkuat atas kerja yang selama ini telah dilaksanakan oleh kader kader PSI.

Pilihan membuka kartu PSI di Bandung juga menarik. Jokowi tidak memilih Jakarta sebagai tempat untuk pertama kali membuka statusnya secara terbuka kepada seluruh jajaran PSI. Ia hadir dalam forum organisasi daerah yang struktur DPC dan DPRt-nya disebut telah rampung. Pesannya menjadi lebih dekat dengan kerja partai di tingkat bawah.

Hal lain ketika Jokowi berbicara mengenai parliamentary threshold. Ia tidak mempermasalahkan apakah angka yang kelak diputuskan berada pada 5, 6, 7 atau 8 persen. Keputusan mengenai angka tersebut, menjadi kewenangan DPR dan pemerintah. Jokowi hanya tegas kepada kader PSI, yang lebih penting adalah kerja keras kader dan struktur partai yang aktif.

Pada titik ini, dua pesan Jokowi bertemu.

Soal tempat menunjukkan bahwa kerja politik tidak harus selalu dimulai dari panggung Jakarta. Soal parliamentary threshold menunjukkan bahwa masa depan PSI tidak seharusnya digantungkan pada angka yang belum diputuskan.

Keduanya kembali pada satu hal: kerja organisasi.

Kartu anggota yang ditunjukkan di Bandung akhirnya menjadi lebih dari sekadar bukti keanggotaan. Kartu anggota itu pun menjadi penanda bahwa Jokowi memilih masuk sebagai bagian dari organisasi. Setelah itu, tantangannya berada pada bagaimana seluruh kader menjadikan momentum tersebut sebagai energi untuk bekerja lebih kuat, membangun struktur dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Bagi PSI, kartu anggota Jokowi adalah pesan untuk mengubah momentum menjadi kerja organisasi, kaderisasi dan kepercayaan publik.

PDAM Makassar