SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Dalam upaya menjawab tantangan pendidikan tinggi berskala global di era disrupsi, Universitas Bosowa (Unibos) Makassar kembali mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan visioner.
Melalui Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS), Unibos sukses menyelenggarakan sesi akademik strategis bertajuk “AI for Academic Research and Scholarly Writing” yang dipaparkan langsung oleh akademisi sekaligus dosen FIPS, Dr. Andy Hamsah Fanzury, pada Kamis (24/9/2026).
Gagasan ini hadir sebagai respons proaktif terhadap pergeseran tektonik dalam dunia pendidikan global, khususnya pada pengajaran bahasa, pembelajaran, dan riset akademik. Saat ini, standar pendidikan internasional tidak lagi berfokus pada transfer ilmu satu arah, melainkan bertransformasi menjadi ekosistem yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan produktif secara global.
Dalam pemaparannya, Dr. Andy Hamsah Fanzury menyoroti krusialnya transformasi pembelajaran bahasa di tengah dinamika komunikasi lintas negara. Mahasiswa masa kini tidak hanya dituntut menguasai bahasa Inggris secara umum, tetapi harus memiliki kecakapan komunikasi akademik dan profesional di kancah internasional.
“Teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat akses informasi melesat sangat cepat. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis serta kecakapan dalam memilih dan memvalidasi informasi yang benar menjadi kompetensi paling fundamental bagi mahasiswa modern,” jelas Dr. Andy.
Merespons diskursus global terkait eksistensi tenaga pendidik di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Dr. Andy menegaskan bahwa AI hadir untuk membantu dosen, bukan menggantikan perannya. AI dapat dimaksimalkan untuk tahap latihan, memberikan umpan balik awal, brainstorming, hingga memfasilitasi kelancaran proses penulisan. Namun, dosen tetap memegang peranan mutlak sebagai mentor, pembimbing, evaluator, serta penjaga gawang kualitas dan etika akademik yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
Lebih jauh, sesi pemaparan ini merumuskan ulang peta kompetensi masa depan bagi mahasiswa. Literasi digital dan literasi AI kini harus diintegrasikan dengan kecakapan riset dan penulisan akademik. Mahasiswa yang unggul bukan sekadar mereka yang tahu cara menggunakan AI, melainkan mereka yang memiliki integritas untuk memeriksa, memperbaiki, dan mempertanggungjawabkan hasil akhirnya secara etis.
Untuk mewujudkan ekosistem tersebut, Unibos mendorong agar pendekatan pembelajaran didesain lebih student-centered (berpusat pada mahasiswa) dan relevan dengan kebutuhan nyata. Hal ini direalisasikan melalui penugasan berbasis proyek, penelitian skala kecil, penulisan artikel, hingga pemecahan masalah (Problem-Based Learning). Dalam pendekatan ini, AI disuntikkan agar proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, sementara mahasiswa tetap menjadi episentrum dari proses belajar itu sendiri.
Selain aspek pengajaran, Dr. Andy menggarisbawahi pentingnya memperbanyak kajian ilmiah mengenai dampak AI terhadap kemampuan menulis, berpikir kritis, kreativitas, kemandirian belajar, dan integritas akademik. Ia menyoroti perlunya lebih banyak penelitian dalam konteks pendidikan di Indonesia, mengingat penerapan AI di setiap negara dan institusi memiliki karakteristik serta budaya yang berbeda.
Sebagai penutup, Dr. Andy menyampaikan pesan mendasar bagi seluruh akademisi dan mahasiswa dalam menyikapi evolusi teknologi saat ini: “Pesan saya sederhana: jangan bersaing dengan AI, tetapi belajarlah bagaimana menggunakan AI dengan cerdas dan etis. Bagi dosen, AI dapat menjadi peluang emas untuk mendesain pembelajaran yang jauh lebih baik. Bagi mahasiswa, gunakan AI untuk membantu memantik proses berpikir, bukan untuk menggantikan proses berpikir itu sendiri.”
Dalam mengawal kualitas riset dan karya ilmiah di FIPS Universitas Bosowa, Dr. Andy memegang teguh satu prinsip akademik yang fundamental: “AI can assist the process, but the researcher remains responsible for the final academic work.”
Melalui keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Bosowa semakin mengukuhkan reputasinya sebagai perguruan tinggi terkemuka berskala internasional yang berpandangan jauh ke depan, siap mencetak generasi pemikir yang berintegritas, beradaptasi dengan teknologi, dan memiliki daya saing unggul di kancah global.









