banner dprd mkassar

Dorong Entrepreneurial Mindset Mahasiswa, Himanaj UNIBOS Gelar Kuliah Umum Creative Economy 4.0 di Pembukaan MEC 2026

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMANAJ) Universitas Bosowa (Unibos) menggelar kuliah umum bertajuk “Empowering Young Entrepreneurs: Membangun Entrepreneurial Mindset Kreatif, Adaptif, dan Inovatif melalui AI dan Platform Digital” sebagai bagian dari pembukaan Management Entrepreneur Championship (MEC) 2026, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unibos ini menjadi wadah penguatan wawasan kewirausahaan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi digital. Rangkaian pembukaan MEC 2026 turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Pagellu serta penyelenggaraan Festival UMKM yang dipusatkan di Taman Ekspresi Kampus Unibos.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, para Ketua Program Studi, Ketua Program Studi Manajemen, Nurhidayanti Nur, S.E., M.Si., serta pimpinan lembaga kemahasiswaan di lingkungan FEB Unibos.

Dalam sambutannya, Nurhidayanti menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak masa perkuliahan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Menurutnya, kemampuan beradaptasi, mengembangkan gagasan, dan menghadirkan inovasi menjadi bekal utama bagi mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia usaha.

“Harapan terbesar dari kegiatan ini adalah terbukanya cakrawala pemikiran Saudara sekalian. Anda dididik bukan sekadar untuk menjadi pencari kerja, tetapi harus berani membuka lapangan kerja. Jangan pernah mau menjadi generasi yang monoton dengan satu konsep. Kembangkanlah konsep tersebut, jadilah adaptif, dan teruslah berinovasi,” tegasnya.

Memasuki sesi kuliah umum yang dipandu oleh moderator Berlian, kegiatan menghadirkan Novaria Gusma, Regional Human Capital Business Partner PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Novaria menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan platform digital telah membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha secara lebih efektif dan inovatif.

Namun, menurutnya, penguasaan teknologi tidak dapat berdiri sendiri tanpa didukung oleh pola pikir kewirausahaan yang tepat. Ia menekankan bahwa teknologi merupakan instrumen yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sementara kemampuan mengidentifikasi peluang, berpikir kreatif, serta mengambil keputusan tetap menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Novaria menyoroti pentingnya penerapan growth mindset atau pola pikir berkembang dalam menghadapi tantangan ekonomi kreatif 4.0. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki keterbukaan terhadap pengetahuan baru, keberanian mencoba berbagai pendekatan, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar.

Kreativitas dan inovasi dinilai menjadi modal penting untuk mengubah gagasan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan AI dan platform digital perlu diimbangi dengan kompetensi, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian merealisasikan ide bisnis.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan berwirausaha tidak cukup hanya ditentukan oleh kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan individu untuk terus belajar dan mengambil tindakan nyata.

Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengalaman dan wawasan praktis dari narasumber mengenai tantangan dunia usaha, pengembangan kreativitas, serta pemanfaatan teknologi dalam membangun peluang bisnis.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif mahasiswa, narasumber turut memberikan bingkisan dari Adira Finance kepada sejumlah peserta yang terlibat dalam sesi diskusi. Menutup pemaparannya, Novaria kembali menekankan pentingnya menghubungkan pengetahuan dengan tindakan nyata.

“Kemampuan mengoperasikan teknologi sehebat apa pun tidak akan pernah cukup tanpa diimbangi oleh kompetensi, pola pikir yang tepat, dan keberanian untuk mengambil tindakan. Pesan saya, teruslah belajar dan jangan pernah berhenti berkolaborasi.

Jika teman-teman memiliki ide bisnis, jangan biarkan ide itu sekadar menjadi wacana. Wujudkan lewat aksi nyata dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi yang ada saat ini,” pesannya.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum dan pembukaan MEC 2026, HIMANAJ Unibos berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan perkembangan dunia usaha dan industri kreatif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unibos dalam mendorong penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa, khususnya melalui pengembangan kreativitas, kemampuan adaptasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Dengan menghadirkan praktisi industri serta membuka ruang diskusi langsung, MEC 2026 diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami peluang ekonomi kreatif, tetapi juga memiliki keberanian mengembangkan gagasan menjadi usaha yang inovatif dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

PDAM Makassar